News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Lockdown Mode di iPhone Disebut Tak Pernah Ditembus Hacker

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LOCKDOWN MODE IPHONE - Apple menyebut Lockdown Mode di iPhone belum pernah diretas, jadi perlindungan utama dari serangan siber canggih.

Ringkasan Berita:

  1. Apple menyatakan belum ada perangkat dengan Lockdown Mode yang berhasil diretas.
  2. Fitur ini membatasi fungsi perangkat untuk meningkatkan keamanan dari spyware.
  3. Lockdown Mode ditujukan bagi pengguna dengan risiko tinggi serangan siber.

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Apple menyatakan bahwa fitur keamanan bernama Lockdown Mode hingga kini belum pernah berhasil ditembus oleh peretas. 

Pernyataan ini disampaikan setelah meningkatnya perhatian terhadap keamanan perangkat iPhone dalam beberapa waktu terakhir.

Lockdown Mode pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 dan tersedia di perangkat seperti iPhone, iPad, dan Mac. 

Fitur ini dirancang sebagai perlindungan ekstra bagi pengguna yang berisiko tinggi menjadi target serangan siber canggih, seperti jurnalis, aktivis, atau tokoh publik.

Apple menjelaskan bahwa Lockdown Mode merupakan fitur opsional dengan tingkat perlindungan yang sangat tinggi. 

Namun, fitur ini tidak ditujukan untuk semua pengguna karena akan membatasi banyak fungsi perangkat demi meningkatkan keamanan.

Saat diaktifkan, Lockdown Mode mengubah cara kerja sistem secara signifikan. 

Salah satu perubahan utama terjadi pada aplikasi pesan. 

Dalam mode ini, sebagian besar lampiran pesan akan diblokir, kecuali jenis tertentu seperti gambar, video, dan audio. 

Selain itu, fitur seperti pratinjau tautan juga tidak tersedia.

Perubahan juga terjadi pada aktivitas penjelajahan web. 

Baca juga: iPhone Bakal Punya Dua Aplikasi Baru, Fokus ke Bisnis dan AI

Teknologi web yang kompleks akan dibatasi, sehingga beberapa situs mungkin tidak berjalan dengan normal atau membutuhkan waktu lebih lama untuk dimuat. 

Tampilan seperti font web juga bisa tidak muncul, dan gambar tertentu dapat digantikan dengan ikon kosong.

Di sisi konektivitas, perangkat tidak akan secara otomatis terhubung ke jaringan Wi-Fi yang dianggap tidak aman. 

Selain itu, dukungan jaringan seluler lama seperti 2G dan 3G akan dinonaktifkan pada iPhone dan iPad.

Meski membawa banyak pembatasan, Apple menegaskan bahwa fitur ini efektif dalam melindungi pengguna dari ancaman spyware berbayar yang biasanya digunakan dalam serangan yang sangat terarah. 

Hingga saat ini, perusahaan mengaku belum menemukan kasus di mana perangkat dengan Lockdown Mode berhasil diretas.

Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh juru bicara Apple, Sarah O’Rourke, yang menyebut bahwa tidak ada bukti keberhasilan serangan spyware terhadap perangkat yang menggunakan fitur ini.

Di sisi lain, Apple juga kembali mengingatkan pengguna untuk selalu memperbarui sistem operasi ke versi terbaru. 

Hal ini penting karena pembaruan perangkat lunak biasanya membawa perbaikan terhadap celah keamanan yang ditemukan.

Bagi pengguna yang tidak dapat memperbarui perangkat mereka ke versi terbaru, Lockdown Mode dapat menjadi alternatif perlindungan tambahan. 

Fitur ini memberikan lapisan keamanan ekstra, terutama bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap serangan digital.

Dengan pernyataan ini, Apple menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan pengguna. 

Lockdown Mode menjadi salah satu fitur yang menegaskan fokus perusahaan pada perlindungan data dan privasi di tengah meningkatnya ancaman siber global.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini