TRIBUNNEWS.COM – LG Electronics mulai melirik pasar mesin pencuci piring atau dishwasher di Indonesia sebagai salah satu kategori produk rumah tangga yang dinilai punya ruang tumbuh besar, meski permintaannya saat ini masih relatif rendah.
Alih-alih melihat rendahnya penetrasi pasar sebagai hambatan, LG justru menilai kondisi tersebut sebagai peluang untuk membangun kategori baru di Indonesia.
Product Director Kitchen Home Appliance Solution of LG Electronics Indonesia, Jungsoo An, mengatakan perusahaan saat ini masih melakukan studi mendalam sebelum memutuskan waktu peluncuran produk tersebut di pasar domestik.
“Kami sedang melakukan studi mendalam mengenai pasar mesin pencuci piring atau dishwasher di Indonesia. Meskipun belum dapat memastikan waktu peluncurannya secara pasti, menghadirkan produk ini ke pasar Indonesia merupakan bagian dari rencana strategis perusahaan,” ujar Jungsoo An pada gelaran LG Innofest 2026 di Busan, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026).
Ia menilai Indonesia tetap menjadi pasar yang menjanjikan untuk pengembangan kategori baru, setelah LG sebelumnya lebih dulu memperkenalkan produk seperti vacuum cleaner dan WashTower.
“Kami percaya bahwa Indonesia adalah pasar yang menjanjikan. Setelah berhasil meluncurkan kategori produk baru seperti vacuum cleaner dan WashTower, kami optimistis bahwa mesin pencuci piring LG memiliki potensi besar di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Emerging Products Sales Team Lead at LG Electronics, Chang Hyun Song, mengungkapkan bahwa tantangan utama pasar dishwasher di Indonesia saat ini bukanlah penolakan konsumen, melainkan karena pasar tersebut masih belum benar-benar terbentuk.
Menurut dia, kondisi itu justru menyimpan dua sisi sekaligus yakni belum ada permintaan yang kuat, tetapi potensi pertumbuhannya juga masih sangat luas.
“Belum banyak yang punya mesin pencuci piring. Itu berarti dua hal, yaitu permintaannya belum terbentuk, tapi di sisi lain potensinya juga besar,” ujar Chang Hyun Song.
Dalam tahap awal, LG mengisyaratkan akan lebih realistis dengan membidik konsumen yang sudah mengenal manfaat dishwasher, alih-alih langsung menyasar pasar massal.
Strategi itu dinilai lebih efektif untuk membangun pasar secara bertahap, terutama melalui edukasi dan promosi dari mulut ke mulut.
Baca juga: LG Perkuat Ekspansi Asia-Pasifik, Pamerkan Inovasi AI Home dan Rumah Tangga di InnoFest 2016 Busan
Chang Hyun Song menjelaskan, konsumen dishwasher umumnya datang dengan niat beli yang lebih kuat karena sebelumnya sudah mencari tahu fungsi dan manfaat produk tersebut.
Berbeda dengan kulkas atau mesin cuci yang sudah menjadi kebutuhan umum, dishwasher masih tergolong kategori yang dicari secara lebih spesifik oleh konsumen.
“Kalau orang sudah mencari dishwasher, biasanya mereka memang sudah tahu manfaatnya dan memang ingin membeli. Karena itu, tingkat konversinya bisa lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa kanal penjualan daring berpotensi menjadi salah satu jalur penting dalam pengembangan produk ini, mengingat dishwasher belum banyak tersedia sebagai produk display di toko ritel seperti kategori elektronik rumah tangga lain.
Baca tanpa iklan