Ringkasan Berita:
- Syuting Apple Vision Pro berujung kecelakaan pesawat yang menewaskan Claire Lomas.
- Produksi video imersif disebut memiliki sejumlah risiko keselamatan bagi kru.
- Apple tetap melanjutkan proyek meski insiden fatal terjadi pada 2024.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah proyek video imersif milik Apple untuk perangkat Apple Vision Pro dilaporkan berakhir tragis setelah terjadi kecelakaan pesawat yang menewaskan seorang petualang asal Inggris.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg melalui jurnalis Mark Gurman, dan kemudian dikutip oleh MacRumors.
Korban dalam insiden ini adalah Claire Lomas, seorang petualang yang dikenal secara internasional.
Ia sebelumnya mencatat sejarah pada tahun 2012 sebagai orang pertama yang menyelesaikan London Marathon menggunakan exoskeleton robotik, setelah mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan berkuda.
Dalam proyek tersebut, Apple bekerja sama dengan Atlantic Studios yang berbasis di London untuk memproduksi serial video imersif bertajuk Adventure.
Lomas menjadi salah satu tokoh utama dalam episode yang direncanakan mengambil lokasi di Yordania.
Berikut detail kejadian yang dilaporkan:
- Insiden terjadi pada Juli 2024 di gurun Yordania
- Lomas sedang direkam di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi
- Kamera khusus dipasang langsung pada pesawat untuk kebutuhan produksi
- Lomas meninggal dunia beberapa minggu setelah kecelakaan, pada usia 44 tahun
Baca juga: Aplikasi Netflix di Apple TV Dikritik usai Ganti Video Player
Episode yang sedang diproduksi saat itu direncanakan menampilkan sejumlah lokasi ikonik di Yordania, seperti Lembah Wadi Rum dan kota kuno Petra.
Episode tersebut awalnya dijadwalkan rilis pada tahun 2025.
Selain tragedi tersebut, laporan juga mengungkap adanya kekhawatiran terkait aspek keselamatan selama proses produksi serial Adventure.
Beberapa kru menyebutkan sejumlah kondisi kerja yang dinilai berisiko, antara lain:
- Jam kerja panjang yang dianggap melewati batas aman
- Proses syuting di lingkungan ekstrem
- Pengoperasian peralatan dalam kondisi yang minim pelatihan
Kru produksi dilaporkan telah menyampaikan kekhawatiran ini kepada pihak Apple.
Sebagai respons, perusahaan kemudian mengirim perwakilan kesehatan dan keselamatan untuk mendampingi produksi secara berkala.
Meski demikian, tidak ada catatan insiden besar lain yang terjadi dalam proyek tersebut.
Setelah kecelakaan, kerja sama antara Apple dan Atlantic Studios tetap berlanjut.
Bahkan, produksi episode lain dilakukan di Colorado pada Agustus 2024.
Hingga kini, Apple telah merilis lima episode dari serial Adventure, yang menampilkan berbagai aktivitas ekstrem seperti berjalan di ketinggian, berenang di bawah es Arktik, hingga aksi parkour di Paris.
Serial Adventure merupakan bagian dari ekosistem Apple Immersive Video, sebuah format video 180 derajat dengan resolusi 3D 8K dan dukungan audio spasial.
Teknologi ini menjadi salah satu fitur utama yang ditawarkan oleh Apple Vision Pro, termasuk dalam demonstrasi di toko resmi perangkat tersebut.
Namun, sejak tahun lalu, belum ada episode baru yang dirilis, dan insiden ini menambah sorotan terhadap standar keselamatan dalam produksi konten berisiko tinggi.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan