Ringkasan Berita:
- Google dituduh meniru desain Liquid Glass milik Apple untuk Android.
- Bos Android membantah tudingan tersebut melalui media sosial X.
- Android 17 disebut akan membawa efek blur dan tampilan lebih modern.
TRIBUNNEWS.COM - Google mendapat sorotan setelah dituding meniru tampilan antarmuka “Liquid Glass” milik Apple untuk sistem operasi Android.
Tudingan tersebut muncul setelah Google mengunggah video promosi terbaru Android yang menampilkan maskot robot Android dengan efek transparan menyerupai kaca.
Laporan mengenai hal itu dipublikasikan media teknologi 9to5Mac pada 7 Mei 2026.
Dalam video tersebut, maskot Android bernama The Bot terlihat berubah dari warna hijau khas Android menjadi tampilan transparan bercahaya.
Desain itu langsung memicu perdebatan di internet karena dianggap sangat mirip dengan konsep Liquid Glass yang sebelumnya diperkenalkan Apple untuk iOS, iPadOS, dan macOS.
Liquid Glass sendiri merupakan gaya antarmuka baru Apple yang menampilkan efek kaca transparan, refleksi cahaya, dan tampilan mengilap di berbagai elemen sistem.
Banyak pengguna media sosial menilai Google mulai mengikuti arah desain Apple.
Salah satu komentar yang muncul meminta Google agar tidak meniru konsep “glass everything” milik Apple.
Bahkan, ada pengguna platform X yang mengunggah gambar buatan AI untuk menunjukkan seperti apa tampilan Android jika benar-benar memakai desain Liquid Glass.
Menanggapi komentar tersebut, pimpinan Android Samir Sumaidaie membantah bahwa Google akan menyalin desain Apple.
Samir mengatakan hal itu “tidak akan terjadi”.
Baca juga: Kenapa Memori Android Tiba-Tiba Penuh? Ini Penjelasan Google
Meski begitu, sebagian pengamat teknologi masih meragukan bantahan tersebut.
Jurnalis Macworld, David Price, termasuk salah satu pihak yang menilai tampilan robot Android dalam video itu sangat menyerupai desain baru Apple.
Menurutnya, video tersebut menunjukkan robot Android berubah menjadi transparan bercahaya dengan tampilan yang sangat mengingatkan pada desain terbaru iOS, iPadOS, dan macOS.
Sementara itu, media saudara 9to5Mac, yakni 9to5Google, menilai situasinya tidak sesederhana tudingan meniru desain.
Jurnalis teknologi Ben Schoon mengatakan Google selama bertahun-tahun telah mengembangkan bahasa desain sendiri bernama Material Design.
Google bahkan terus memperbarui konsep tersebut, termasuk melalui Material 3 Expressive yang diklaim memberikan pengalaman visual lebih baik bagi pengguna Android.
Meski demikian, Ben Schoon menyebut Android 17 memang diperkirakan akan membawa lebih banyak efek blur atau buram pada tampilannya.
Namun ia menilai efek blur tidak selalu berarti sama dengan Liquid Glass milik Apple.
Menurutnya, desain Liquid Glass Apple bukan hanya soal efek blur, tetapi juga mencakup berbagai elemen visual lain seperti refleksi cahaya dan efek transparansi yang lebih kompleks.
Perdebatan mengenai desain Android dan Apple ini muncul di tengah persaingan ketat kedua perusahaan dalam menghadirkan tampilan sistem operasi yang lebih modern dan menarik.
Sebelumnya, Google juga sempat menyebut tahun 2026 akan menjadi salah satu tahun terbesar bagi perkembangan Android.
Karena itu, banyak pihak kini menunggu apakah Android benar-benar akan menghadirkan desain baru yang mirip dengan konsep Liquid Glass atau tetap mempertahankan identitas visual khasnya sendiri.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan