News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Verifikasi Usia Online Mudah Diakali, Anak-anak Pakai Trik Kumis Palsu

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEKNO - Foto ilustrasi verifikasi digital diambil dari situs bebas royalti Pexels. Studi menemukan banyak anak di bawah umur menganggap sistem verifikasi usia online mudah diakali dan sebagian telah berhasil melakukannya.

Ringkasan Berita:

  • Studi menemukan banyak anak di bawah umur menganggap sistem verifikasi usia online mudah diakali dan sebagian telah berhasil melakukannya. 
  • Mereka menggunakan berbagai trik seperti kumis palsu, identitas orang lain, VPN, hingga gambar buatan AI.
  • Temuan ini menunjukkan sistem pemeriksaan usia digital masih memiliki banyak kelemahan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah negara, termasuk Inggris dan Australia, telah menerapkan aturan baru yang membatasi akses anak di bawah usia tertentu ke sejumlah platform media sosial.

Dan seperti kata pepatah, kebutuhan adalah ibu dari penemuan: anak di bawah umur kini memanfaatkan berbagai trik sederhana, termasuk kumis palsu, untuk melewati pemeriksaan verifikasi usia online yang mengandalkan analisis wajah.

Mengutip Extreme Tech, meski laporan terbaru berfokus pada anak-anak di Inggris, fenomena ini berpotensi terjadi di mana saja, termasuk di platform media sosial, layanan gim, hingga situs hiburan dewasa.

Para peneliti mensurvei hampir 1.300 anak berusia 9 hingga 16 tahun dan menemukan sekitar setengah dari mereka percaya pemeriksaan usia online mudah diakali. Sekitar sepertiga bahkan mengaku pernah melakukannya.

Salah satu contoh dalam laporan menyebut anak-anak menggambar kumis menggunakan pensil makeup agar terlihat lebih tua saat menjalani verifikasi usia berbasis swafoto.

Dalam beberapa kasus yang dianggap “beruntung”, kumis palsu tersebut berhasil mengecoh sistem otomatis hingga mereka dikategorikan berada di atas batas usia yang ditentukan.

Namun, kumis palsu hanyalah satu dari banyak strategi yang digunakan anak-anak untuk mengakali aturan.

Baca juga: Qodari Ingatkan Pentingnya Verifikasi Informasi di Era Digital

Metode lain termasuk memasukkan tanggal lahir palsu, menggunakan identitas orang tua atau kakak yang lebih tua, atau mengarahkan kamera ke wajah orang lain.

Sebagian juga menggunakan VPN untuk menghindari pembatasan wilayah, sementara lainnya memanfaatkan AI untuk menghasilkan gambar yang dapat mengecoh sistem verifikasi.

Bahkan, ada orang tua yang turut membantu anak-anak melewati pemeriksaan tersebut, yang pada akhirnya melemahkan tujuan kebijakan pembatasan usia.

Seperti ditunjukkan survei ini, sistem verifikasi usia saat ini masih rentan.

Para ahli menilai solusi teknis apa pun harus mampu menyeimbangkan privasi, akurasi, dan risiko mudahnya sistem diakali oleh anak-anak yang melek teknologi.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini