News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Pemerintah AS Percepat Persiapan Jaringan 6G untuk Masa Depan

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JARINGAN 6G - Gambar tangkap layar di media sosial yang menunjukkan kelainan pada wajah Presiden AS, Donald Trump. Amerika Serikat mulai mempercepat persiapan jaringan 6G dengan fokus pada penggunaan spektrum 7GHz.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah United States mulai mempercepat persiapan pengembangan teknologi jaringan 6G yang diperkirakan hadir secara luas pada tahun 2030.

Informasi tersebut, dilaporkan oleh PhoneArena dalam artikel yang dipublikasikan pada 9 Mei 2026.

Saat ini, pemerintah Amerika Serikat melalui National Telecommunications and Information Administration atau NTIA sedang melakukan analisis untuk menentukan spektrum frekuensi yang akan digunakan pada jaringan 6G di masa depan.

Salah satu frekuensi yang paling banyak dibahas adalah pita 7GHz. 

Frekuensi ini sebelumnya direkomendasikan dalam white paper yang dirilis kelompok 5G Americas pada Oktober 2024.

Rekomendasi tersebut, juga mendapat dukungan dari perusahaan jaringan telekomunikasi besar seperti Nokia dan Ericsson.

Presiden Donald Trump juga disebut menunjukkan ketertarikan besar terhadap pengembangan 6G sejak beberapa tahun lalu.

Pada Desember 2025, Trump menandatangani memorandum berjudul “Winning the 6G Race” yang meminta NTIA menganalisis frekuensi di pita bawah 7GHz, tepatnya pada rentang 7125MHz hingga 7400MHz.

Selain pita 7GHz, ada beberapa spektrum lain yang juga sedang dipertimbangkan untuk teknologi 6G, yaitu:

  1. Frekuensi 4.4GHz
  2. Frekuensi 2.7GHz
  3. Frekuensi 1.6GHz

Baca juga: Piala Dunia 2026: Maroko Tentukan Markas di Amerika Serikat, New Jersey Jadi Persinggahan

Namun hingga saat ini, pita 7GHz disebut menjadi kandidat terdepan.

NTIA bahkan meluncurkan situs baru minggu ini untuk menunjukkan perkembangan studi pada setiap spektrum yang sedang diteliti untuk kebutuhan 6G.

Laporan tersebut, menyebut pita 7GHz sudah mencapai tahap lanjutan dalam proses evaluasi dibanding frekuensi lainnya.

Kepala NTIA, Arielle Roth, mengatakan pihaknya terus bekerja untuk membuka lebih banyak ruang spektrum demi mendukung teknologi komunikasi generasi berikutnya.

Menurutnya, penggunaan spektrum yang lebih efisien akan menciptakan nilai dan kapasitas jaringan yang lebih besar.

Pemerintah AS juga menyiapkan dana melalui Spectrum Relocation Fund untuk membiayai studi dan analisis spektrum tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini