Ringkasan Berita:
- Pesawat penelitian supersonik senyap NASA X-59 menjalani uji terbang intensif di Pusat Penelitian Armstrong NASA, California, untuk mendukung misi Quesst
- Pengujian dilakukan pada berbagai kecepatan dan ketinggian guna mengevaluasi performa, struktur, serta respons pesawat dalam berbagai kondisi operasi
- Data dari uji coba ini akan digunakan untuk mendukung tahap penerbangan berikutnya
TRIBUNNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT - Pesawat penelitian supersonik senyap X-59 milik NASA menjalani serangkaian uji terbang di Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA, Edwards, California, untuk mendukung misi Quesst.
Dalam pengujian terbaru, NASA tidak hanya menguji kemampuan pesawat pada kecepatan tinggi, tetapi juga pada kecepatan rendah dan ketinggian rendah guna memahami respons pesawat di seluruh rentang operasionalnya.
X-59 sebelumnya telah menyelesaikan penerbangan awal pada ketinggian tinggi dan mendekati kecepatan supersonik. Tahap berikutnya difokuskan pada pengujian performa pesawat dalam berbagai kondisi penerbangan, termasuk saat roda pendaratan dinaikkan maupun diturunkan.
“Prioritas kami adalah mencapai ketinggian dan kecepatan tertinggi secepat mungkin agar tim dapat mengevaluasi area berisiko tinggi dari batas operasional pesawat,” kata Manajer Proyek Low Boom Flight Demonstrator NASA, Cathy Bahm, dikutip dari situs resmi NASA, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, setelah itu tim akan mengeksplorasi pengujian pada ketinggian dan kecepatan lebih rendah sambil menganalisis hasil yang telah diperoleh sebelumnya.
Baca juga: X-59 Uji Terbang Lanjutan, Jet Supersonik Senyap Tembus 1.510 Km/Jam
Selama rangkaian uji coba ini, tim mengevaluasi kualitas penerbangan, beban struktural, serta performa flutter untuk mengetahui bagaimana pesawat merespons dalam berbagai kondisi operasi.
“Pengujian pada berbagai kombinasi kecepatan, ketinggian, dan konfigurasi akan menghasilkan data penting untuk mendukung penerbangan berikutnya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pengujian, tim juga menerbangkan X-59 setinggi sekitar 500 kaki di atas landasan pacu, baik dengan roda pendaratan terbuka maupun tertutup, guna mendukung evaluasi sistem data udara.
NASA juga memasang strain gauge atau sensor pengukur gaya pada pesawat untuk memantau respons struktur pesawat selama penerbangan berlangsung.
Meski dilakukan pada kecepatan lebih rendah, pengujian X-59 tetap berjalan intensif dengan beberapa kali uji terbang dalam sehari. Data dari pengujian ini akan digunakan untuk mempersiapkan tahap berikutnya dalam kampanye uji terbang X-59.
Baca tanpa iklan