Sebelumnya, pada awal tahun 2026, sebuah Samsung Galaxy S25 Plus juga dilaporkan meledak saat sedang diisi daya.
Namun setelah penyelidikan, Samsung menyebut kejadian itu dipicu faktor eksternal.
Banyak pengguna juga masih mengingat kasus Samsung Galaxy Note 7 yang sempat menjadi kontroversi besar beberapa tahun lalu.
Saat itu, baterai pada Galaxy Note 7 mengalami masalah desain yang membuat perangkat mudah panas hingga terbakar.
Kasus tersebut bahkan membuat Galaxy Note 7 dilarang dibawa ke pesawat di berbagai negara.
Samsung akhirnya menarik seluruh unit Note 7 dari pasaran dan mengalami kerugian besar.
Setelah insiden itu, Samsung memperketat sistem keamanan baterai dengan delapan tahap pengujian sebelum baterai dipasang ke perangkat Galaxy.
Karena itu, laporan smartphone Galaxy meledak kini sudah jauh lebih jarang terjadi.
PhoneArena menyebut kasus Galaxy S24 ini masih tergolong insiden terpisah jika dibandingkan dengan jutaan unit Galaxy S24 yang telah terjual di seluruh dunia.
Meski demikian, pengguna tetap disarankan menjaga keamanan smartphone untuk mengurangi risiko kerusakan baterai.
Berikut beberapa tips menjaga keamanan ponsel:
- Gunakan charger resmi atau yang sudah memiliki sertifikasi.
- Hindari meletakkan ponsel di bawah bantal saat mengisi daya.
- Jangan menaruh ponsel di tempat panas seperti dashboard mobil.
- Segera ganti baterai jika perangkat mengalami benturan atau kerusakan fisik.
- Pengguna juga dianjurkan menghentikan penggunaan perangkat apabila ponsel mulai terasa terlalu panas, mengeluarkan bau aneh, atau muncul asap dari dalam perangkat.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan