Hal tersebut disebut terjadi karena efisiensi software dan prosesor Apple yang lebih optimal.
Teknologi Baterai Baru Mulai Bermunculan
CNET juga menyoroti kemunculan teknologi silicon-carbon battery yang mulai dipakai beberapa brand Android.
Teknologi ini memungkinkan:
- Kapasitas baterai lebih besar
- Charging lebih cepat
- Ukuran baterai tetap tipis
Salah satu contohnya adalah OnePlus 15 yang memakai baterai silicon-carbon berkapasitas 7.300 mAh.
Dalam pengujian CNET, OnePlus 15 mampu mengisi daya hingga 72 persen dalam 30 menit
Namun teknologi ini masih belum dipakai secara luas.
Saat ini, brand seperti Apple, Samsung, dan Google disebut masih belum menggunakan baterai silicon-carbon di perangkat mereka.
Kebiasaan Pemakaian Ikut Berpengaruh
Selain faktor teknologi, kebiasaan penggunaan sehari-hari juga membuat baterai terasa cepat habis.
Beberapa penyebab umum:
- Terlalu sering bermain game
- Brightness layar terlalu tinggi
- Banyak aplikasi berjalan bersamaan
- Sinyal seluler tidak stabil
- Charging memakai adaptor yang tidak sesuai
Karena itu, meski teknologi baterai terus berkembang, pengalaman penggunaan tetap dipengaruhi cara pemakaian masing-masing orang.
CNET juga menyebut bahwa untuk mendapatkan charging tercepat, pemilik smartphone perlu memakai charger yang mendukung standar daya sesuai perangkat, termasuk charger USB-C dan dukungan Qi2 atau Qi2.2 untuk wireless charging.
Dengan perkembangan teknologi saat ini, charging memang semakin cepat. Namun tantangan soal daya tahan baterai ternyata masih belum sepenuhnya selesai.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan