News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Xiaomi Tertinggal dari Apple dan Samsung di Pasar Smartphone Dunia

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ALAMI PENURUNAN - Xiaomi mencatat penurunan pengiriman smartphone global hingga 19 persen pada kuartal pertama 2026. Meski masih berada di posisi tiga besar dunia, performa Xiaomi tercatat melemah dibanding tahun sebelumnya.

TRIBUNNEWS.COM - Produsen smartphone asal China, Xiaomi, mengalami penurunan pengiriman smartphone global pada kuartal pertama tahun 2026. 

Meski masih berada di posisi tiga besar dunia, performa Xiaomi tercatat melemah dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru dari Counterpoint Research, Xiaomi menguasai sekitar 12 persen pasar smartphone global selama periode Januari hingga Maret 2026. 

Namun, jumlah pengiriman perangkat perusahaan turun hingga 19 persen secara tahunan.

Dikutip dari Mac Rumors, penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar smartphone global yang juga sedang mengalami tekanan. 

Secara keseluruhan, pasar smartphone dunia tercatat turun sekitar 3 persen pada kuartal pertama 2026.

Dalam laporan tersebut, Apple berhasil menjadi merek smartphone nomor satu dunia dengan pangsa pasar 21 persen. 

Samsung berada tepat di bawahnya dengan persentase yang sama. 

Sementara Xiaomi menempati posisi ketiga, diikuti OPPO dengan 10 persen dan vivo sebesar 7 persen.

Selain Xiaomi, dua merek lain asal China juga mengalami penurunan pengiriman. 

OPPO turun sekitar 4 persen, sedangkan vivo melemah 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Google Perluas Fitur Mirip AirDrop ke Banyak HP Android, Termasuk OPPO hingga Xiaomi

Salah satu faktor yang disebut memengaruhi industri smartphone saat ini adalah krisis pasokan chip memori global. 

Counterpoint menyebut kelangkaan memori DRAM dan NAND masih menjadi hambatan besar bagi produsen smartphone.

Produsen chip saat ini diketahui lebih memprioritaskan kebutuhan pusat data kecerdasan buatan atau AI dibanding industri ponsel pintar. 

Akibatnya, pasokan komponen untuk smartphone menjadi lebih terbatas dan biaya produksi meningkat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini