Kondisi ini membuat persaingan antarprodusen smartphone semakin ketat.
Apple dinilai lebih mampu bertahan karena memiliki strategi rantai pasokan yang lebih kuat serta kemampuan mempertahankan harga premium produknya.
Meski begitu, Counterpoint memperkirakan dampak krisis memori tidak hanya dirasakan Xiaomi, tetapi hampir seluruh merek smartphone global sepanjang tahun 2026.
Bahkan, masalah pasokan chip tersebut diprediksi masih dapat berlanjut hingga akhir 2027.
Walaupun mengalami penurunan, Xiaomi masih menjadi salah satu pemain terbesar di industri smartphone dunia.
Perusahaan tersebut tetap memiliki basis pengguna yang kuat, terutama di pasar Asia dan negara berkembang.
Ke depan, Xiaomi diperkirakan akan terus berupaya meningkatkan daya saing produknya melalui inovasi teknologi dan strategi harga yang agresif untuk mempertahankan posisinya di pasar global.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan