News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mencicipi Gurihnya Keong 'Mak Kiwil'

Penulis: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hj Tarisem alias Mak Kiwil dengan masakan keong andalannya

TRIBUNNEWS.COM -- Bagi pecinta kuliner, mengunjungi daerah Comal tidak akan sreg bila tidak mencicipi sebuah warung yang menjajakan makanan khas yaitu keong Mak Kiwil (67).

Ya, masakan tersebut berbahan pokok keong, atau bila di Jakarta biasa disebut tutut. Namun keong berukuran lebih besar dari tutut dan bukan jenis keong emas yang dikenal memabukkan bila dikonsumsi.

Dengan bumbu racikannya, Mak Kiwil mampu membuat masakan tersebut melegenda di daerah perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ini.

Tepatnya di Desa Kesesi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, sekitar 4 km sebelah selatan dari Kecamatan Comal, selama lebih dari 30 tahun Mak Kiwil telah menjajakan masakan keong tersebut.

Kalau ingin cepat dilayani, datanglah agak pagi, karena bila telah melewati waktu makan siang, warung dengan bangunan setengah permanen berukuran sekitar 5x8 meter tersebut akan penuh sesak dengan para pembeli.

Sejumlah pejabat bahkan sering datang ke sana untuk menikmati masakan khas tersebut. Yang diingat Mak Kiwil adalah Wakil Bupati Pemalang, Agung Mukti yang beberapa kali mampir di warungnya.

Tamunya pun terdiri dari banyak kalangan, bahkan para muda-mudi yang sedang pacaran pun banyak singgah mencicipi masakan tersebut.

Saat berbincang dengan Tribunnews.com belum lama ini, Mak Kiwil mengatakan, sebenarnya bumbu dari masakan tersebut mudah didapatkan baik di pasar maupun di kebun sendiri. Bumbu tersebut antara lain bumbu gulai yang dibelinya dari Pasar Comal, santan, cabai dan daun salam.

Cara memasaknya pertama-tama masukkan keong ke dalam panci berukuran besar yang telah berisi air di atas kompor yang telah menyala. Setelah satu jam mendidih, bumbu-bumbu tersebut kemudian dimasukkan.

Setelah satu jam bumbu dimasukkan, makanan pun siap saji. Rasanya pun empuk dan gurih serta agak-agak pedas. Mak Kiwil memasarkan makanan tersebut setiap porsinya seharga Rp 10.000.

"Santan fungsinya agar rasanya gurih, sedangkan daun salam biar masakan tidak amis," jelas Mak Kiwil.

Dalam sebulan, jelas Mak Kiwil, para konsumen di warungnya itu mampu menghabiskan sebanyak satu ton masakan keong. Binatang tersebut, jelasnya, dipasok dari pembudidaya keong di daerah Demak, Jawa Tengah.

"Biasanya mereka langsung mendatangkan setiap dua minggu sekali, kadang-kadang setengah ton, kadang kurang," ujarnya.

Namun ia enggan menjelaskan keuntungan yang didapatkan dari jualan masakan keong tersebut.

Yang jelas, dengan masakan itu ia kini telah menyandang gelar haji dengan nama Hj Musdalifah dan mampu membesarkan sebanyak delapan anaknya yang kini telah dewasa dan berkeluarga.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini