News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wisata Sumsel

Taman Nasional Sembilang Sumsel, Saksi Keindahan Burung Migran

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan burung asal Mongolia, Tiongkok, dan Siberia berterbangan memutari Taman Nasional Sembilang di garis pantai Sungai Nibung, Banyuasin.

Laporan Wartawan Sriwijaya Post/Refly Permana

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Akhir November tahun lalu, Forum Komunikasi Kompas Gramedia (FKKG) Sumsel menggelar Ekspedisi Burung Migran di Taman Nasional Sembilang (TNS) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Taman Nasional Sembilang benar-benar menunjukkan panorama alam yang indah dan sejuk.

Sangat cocok bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu berlibur beberapa hari setelah menjalani rutinitas kerja sehari-hari.

Lokasi Taman Nasional Sembilang didominasi oleh kawasan perairan.

Di sana terdapat beberapa sungai besar dengan pemukiman penduduk di bagian tepinya.

Posisinya Taman Nasional Sembilang ini juga bertetanggaan dengan Bangka Belitung.

Di sana kita bisa melihat langsung pertemuan air sungai bercampur air laut yang berasal dari laut Bangka.

Untuk sampai ke Taman Nasional Sembilang, memang tidak mudah.

Butuh sedikit pengorbanan, baik dari sisi waktu maupun tenaga.

Sebab, dari pusat Kota Palembang, kita butuh waktu sekitar lima jam perjalanan darat menuju dermaga di Pelabuhan Tanjung Api-api.


Sejumlah pengunjung melintas di antara tanaman bakau sambil mengabadikan lingkungan di sekitar saat menuju Taman Nasional Sembilang di Banyuasin, Sumsel. (Tribun Sumsel/Abriansyah Liberto)

Dari dermaga itu, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang speed boat dengan tarif atau ongkos sekitar Rp 200 ribu per kepala.

Selama perjalanan menuju Taman Nasional Sembilang, mata akan disuguhi pemandangan sungai, laut, dan beragam jenis tumbuhan termasuk mangrove.

Taman Nasional Sembilang memang terkenal dengan kelestarian tanaman mangrove yang membuat kawasan ini tetap terasa alami.

Di beberapa titik sungai, bisa dilihat ratusan penduduk tinggal di atas rumah bertiang.


Perkampungan nelayan di Sungai Bungin. Kawasan ini di kenal nelayan penghasil terasi juga tempat tinggal buaya, harimau Sumatera dan beruang madu. (Sriwijaya Post/Zaini)
Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini