News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wisata Sumut

Batu Kapal Bukit Lawang, Trek Menantang Jelajah Sepeda

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jembatan di kawasan Bukit Kapal Bukit Lawang, Langkat, Sumatera Utara.

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUNNEWS.COM, LANGKAT - Bagi anda pencinta offroad jangan lewatkan berpetualang sambil berwisata di Batu Kapal Bahorok, Bukit Lawang, Sumatera Utara.

Kawasan ini memiliki pemandangan hutan dan bukit-bukit di bawah kaki gunung leuser yang cocok ditelusuri dengan sepeda gunung.

Pemandangan yang begitu indah akan membuat anda lupa rasa lelah mengayuh sepeda.

Dengan bersepeda anda akan melewati jembatan, ladang, perkampungan, bukit turunan dan tanjakan, hingga pemandangan hamparan batu besar atau yang disebut Batu Kapal.


Trek bersepeda di kawasan Batu Kapal, Bukit Lawang, Langkat, Sumut.

Di sana juga ada sungai yang sangat jernih, sangkin jernihnya banyak pengunjung langsung meminumnya setelah lelah mengayuh sepeda.

Batu Kapal berada di kawasan hutan yang beriklim Hutan Hujan Tropis, kaya akan flora dan faunanya.

Keberadaan Orang Utan (Pongo Abelii) menjadi icon Objek Wisata di sana.

Jika beruntung, anda akan melihat Orang Utan berkeliaran dari dahan ke dahan pohon yang rindang.

Objek wisata Batu Kapal bukanlah barang baru namun karena kurang terekspose, objek ini bak mutiara yang terpendam.

Keindahan Batu Kapal dijaga atau dilestarikan oleh sekelompok pencinta alam yang menawarkan wisata di Batu Kapal dengan panduan mereka.


Para pesepeda  berfoto bersama di Batu Kapal, Bukit Lawang, Langkat, Sumut.

Komunitas ini disebut Batu Kapal Family, bergerak dari rasa peduli kekayaan alam, mereka akan mengarahkan pengunjung untuk berwisata tapi tetap menjaga lingkungan.

Rahmat, pemandu, mengatakan sudah sering mengorganizer para tamu yang berkunjung, baik camping, caving, dan jungle trek di lokasi Objek Wisata Batu Kapal agar tidak tersesat dan tidak merusak alam.

Misalnya memotong dahan, ranting, buang sampah hingga merusak batu.

"Di sana dapat dijumpai beberapa jenis tumbuhan dan satwa seperti kantong semar, meranti, keruing, damar laut, anggrek hutan, rafflessia, bunga bangkai dan aneka pohon dan tanaman lainnya," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini