News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wisata Yogyakarta

Sosrowijayan Yogyakarta, Kampungnya Para Backpacker

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGINAPAN MURAH - Dua turis asing tampak di gang Sosrowijayan, Yogyakarta. Di daerah ini banyak warga membuka penginapan murah.

Laporan Wartawan Wartawan Tribun Jogja/Hamim Thohari

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Satu rombongan yang berisikan empat wisatawan mancanegara tampak keluar dari salah satu gang kecil yang ada di kawasan Sosrowijayan Yogyakarta.

Para wisatawan asing tersebut tidaklah hanya sekadar berkeliling di kawasan tersebut, mereka bermalam di satu penginapan di daerah Sosrowijayan.

Andrew (27), satu di antara wisatawan tersebut mengatakan, sengaja memilih kawasan Sosrowijayan untuk menginap karena alasan harga yang murah dan dekat dengan pusat kota Yogyakarta.

"Saya tahu wilayah ini menyediakan akomodasi murah dari teman yang dulu pernah datang kemari," ungkap wisatawan asal Belanda tersebut.


Sejumlah turis asing tampak di gang Sosrowijayan, Yogyakarta. Di daerah ini banyak warga membuka penginapan murah. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Dengan biaya menginap sekitar 10 dolar AS per malam, dirinya merasa puas dengan fasiltas yang ada.

Selain harga yang murah keberadaan cafe, restoran, tempat penyewaan kendaraan juga menjadi pertimbangannya.

Bagi masyarakat Yogyakarta, kawasan Sosrowijayan selama ini lebih dikenal karena bisnis prostitusi.

Padahal tidak semua wilayah Sosrowijayan menjadi tempat para penjaja cinta.

Wilayah RW 02 Sosrowijayan Wetan yang terdiri dari delapan RT merupakan wilayah Sosrowijayan yang menjadi salah satu surga bagi para backpaker baik mancanegara maupun dalam negeri.

Di kawasan yang masuk wilayah kelurahan Sosromenduran tersebut terdapat puluhan losmen yang siap menyediakan akomodasi bagi para backpacker.


Kawasan Sosrowijayan Yogyakarta. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Ketua RW 02 Sosrowijayan, Ipung Purwandari mengatakan, setidaknya ada 80 penginapan yang ada di wilayahnya.

Penginapan-penginapan tersebut sebagian besar dikelola sendiri oleh warganya.

"Kebanyakan masyarakat memanfaatkan rumah mereka menjadi penginapan bagi wisatawan yang mencari penginapan murah," ungkap perempuan yang akrab disapa Bu Ipung tersebut.

Diceritakannya, usaha penginapan di kampungnya mulai ada sejak tahun 80-an.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini