“Mangkuk yang saya gunakan bukan mangkuk yang ada di warung bakso kebanyakan , melainkan mangkuk putih polos dengan ukuran yang lebih besar, agar pembeli nyaman dan puas saat menyantapnya,” terang Abidin.
Terkait dengan nama Kuning Gading yang disandang, Abidin mengatakan nama tersebut merupakan pemberian para pelanggannya.
Lebih lanjut dia menceritakan, saat masih berjualan keliling gerobak yang digunakannya dulu dicat warna kuning, sehingga para pelanggan menyebutnya bakso kuning gading.
Saat ini warung bakso Kuning Gading setiap harinya buka dari jam 09.00 pagi hingga 21.00. Untuk harga, dibandingkan dengan bakso-bakso lain di Yogyakarta harganya sedikit lebih mahal, yakni Rp.18 ribu per porsinya.
Tetapi dengan kualitas rasa dan porsinya yang besar, harga tersebut memang sebanding. Terlebih di setiap porsinya ada tambahan daging ayam ataupun babat sapi.(*)
Baca tanpa iklan