TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Minat masyarakat Indonesia untuk berwisata ke luar negeri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kemudahan transportasi, harga tiket kompetitif, serta tren berbagi pengalaman di media sosial membuat semakin banyak traveler mencoba perjalanan internasional.
Namun, di balik antusiasme tersebut, ada satu kendala klasik yang masih sering ditemui yakni penolakan visa.
Berikut 4 Alasannya :
1. Kesalahan Dokumen dan Format Tidak Sesuai
Banyak pengajuan visa ditolak karena kesalahan kecil dalam dokumen.
Masa berlaku paspor yang tidak mencukupi, format foto yang tidak sesuai, atau ketidaksesuaian identitas sering menjadi penyebab utama.
Contohnya, pengajuan visa Schengen Belanda mengharuskan nama pemohon sesuai halaman endorsement paspor bila ada perubahan nama.
"Sementara itu, negara lain seperti Spanyol, Italia, dan Finlandia mewajibkan rekening koran yang sudah dilegalisir bank," ujar Ghulam, Co-founder Heyvisa dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
2. Terlalu Percaya Diri karena Pernah Mendapat Visa
Beberapa traveler merasa aman karena pernah memperoleh visa sebelumnya padahal, aturan dan persyaratan visa bisa berubah sewaktu-waktu.
Pemohon yang tidak memperbarui informasi berisiko gagal memenuhi syarat terbaru dari kedutaan.
3. Kesalahan Pengisian Formulir dan Dokumen Pendukung
Kesalahan dalam menuliskan nama, tanggal perjalanan, atau tidak menyertakan itinerary serta bukti pemesanan hotel dapat membuat pengajuan ditolak.
Banyak juga yang lupa melampirkan asuransi perjalanan, terutama untuk negara-negara Eropa, atau tidak dapat menunjukkan bukti keuangan yang memadai.
Meski terlihat sepele, detail ini sangat krusial bagi pihak kedutaan.
4. Mengajukan Visa Terlalu Dekat dengan Jadwal Keberangkatan
Setiap kedutaan memiliki waktu proses yang berbeda. Sayangnya, banyak traveler baru mengajukan visa ketika tanggal keberangkatan sudah dekat.
Akibatnya, visa belum terbit saat tiket dan hotel sudah dibeli, sehingga rencana perjalanan bisa terpaksa dibatalkan.
Baca tanpa iklan