Makanan ini dikenal sebagai sumber protein alami. Pengambilan sarang lebah dilakukan secara selektif dengan menyisakan koloninya agar populasi lebah tetap terjaga.
5. Lawar Darah (Bali)
Lawar darah adalah hidangan tradisional Bali yang menggunakan campuran daging cincang, kelapa, rempah, dan darah segar sebagai pengikat rasa. Makanan ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat, terutama dalam pelaksanaan upacara adat.
Proses pengolahan lawar mengikuti tata cara tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan tradisi.
Meski bagi sebagian orang terkesan tak lazim dan bahkan mengundang rasa ngeri, makanan-makanan di atas sejatinya merefleksikan warisan budaya Indonesia yang telah mengakar kuat. Di balik proses pengolahannya, tersimpan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kalau Tribunners, pernah coba makanan-makanan di atas?
Melalui inisiatif Lokal Asri, Tribunnews dan Tribun Network mengajak kamu untuk lebih dekat dengan alam Indonesia beserta keindahan dan keberagamannya.
Temukan lebih banyak cerita tentang kuliner autentik, warisan budaya, dan pesona alam asri hanya di Lokal Asri!
Baca juga: Dadih dan Dangke, Cita Rasa Lokal yang Lahir dari Alam Indonesia
Baca tanpa iklan