News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tips dan Trik

Tips Meracik Kopi Manual Brew ala Dungo Kauman Coffe agar Rasa Lebih Seimbang

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SLOW BAR DI SOLO. Dungo Kauman Coffee beralamat di Jalan Cakra No.36, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Suasanya Dungo Kauman siang hari, Rabu(28/1/2026). Foto menunjukkan potret owner (pemilik) Dungo Kauman Coffe sedang berpose di pintu masuk kedai.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani.

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Manual brew menjadi salah satu metode seduh kopi yang populer.

Metode ini dinilai mampu menonjolkan karakter rasa biji kopi secara lebih jelas.

Meski terlihat sederhana, manual brew membutuhkan perhatian pada sejumlah aspek agar hasil seduhan optimal.

Pandangan Barista tentang Manual Brew

Pemilik Dungo Kauman Coffee, Alfian Eko Nugroho (31), yang akrab disapa Pian, menilai manual brew bukan sekadar teknik menyeduh.

Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu, menyebut manual brew sebagai cara menikmati kopi secara utuh.

lihat foto SLOW BAR DI SOLO. Dungo Kauman Coffee beralamat di Jalan Cakra No.36, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Suasana Dungo Kauman siang hari, Rabu(28/1/2026).
Pengalaman Membentuk Filosofi Menyeduh

Pandangan Pian terhadap manual brew tidak terlepas dari perjalanan panjangnya di industri kopi.

Ia mengaku telah melalui berbagai fase, mulai dari membuka kedai kecil, mengikuti kompetisi nasional, hingga menghadapi kebangkrutan saat pandemi.

Pengalaman tersebut, membentuk caranya memandang kopi, bukan sekadar produk, melainkan proses dan perjalanan.

Baca juga: Cara Mudah Menuju Dungo Kauman Coffee, Hidden Gem di Kampung Batik Kauman Solo

Menurut Pian, manual brew mengajarkan kesabaran dan konsistensi, nilai yang juga ia terapkan dalam menjalani usaha kopi.

Baginya, proses menyeduh kopi memiliki kesamaan dengan perjalanan hidup.

“Kalau jatuh, tidak apa-apa istirahat sebentar. Habis itu jalan lagi,” kata Pian.

Pendekatan tersebut, tercermin dalam konsep slow bar yang ia terapkan, di mana proses dan interaksi menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati kopi.

Menurutnya, pemahaman terhadap bahan dan proses menjadi kunci utama.

Pemilihan Biji Kopi

Langkah pertama dalam manual brew adalah memilih biji kopi.

Gunakan biji kopi segar dengan tingkat sangrai sesuai selera.

Biji kopi medium roast kerap direkomendasikan untuk pemula karena menawarkan keseimbangan rasa antara asam dan pahit.

Pian menegaskan, pemilihan biji kopi sebaiknya berdasarkan preferensi peracik.

Tingkat Penggilingan Kopi

Selain biji kopi, tingkat penggilingan memegang peranan penting.

Untuk metode seperti V60, Kalita, atau dripper sejenis, gilingan medium hingga medium–coarse dinilai paling ideal.

Gilingan terlalu halus dapat membuat kopi terasa pahit.

Sebaliknya, gilingan terlalu kasar menghasilkan seduhan yang cenderung encer.

Rasio Kopi dan Air

Perbandingan kopi dan air juga memengaruhi hasil seduhan.

Rasio umum yang sering digunakan adalah 1:15 hingga 1:17.

Sebagai contoh, 15–17 gram kopi untuk 250 mililiter air.

Rasio tersebut dapat disesuaikan dengan karakter biji kopi dan selera masing-masing.

Kualitas dan Suhu Air

Kualitas air turut menentukan rasa kopi.

Baca juga: Dungo Kauman Coffee Solo, Kedai Kopi Klasik yang Jadi Favorit Wisatawan

Gunakan air bersih tanpa bau dengan suhu ideal 90–96 derajat Celsius.

Air terlalu panas dapat mengekstraksi rasa pahit berlebih.

Sementara itu, air dengan suhu terlalu rendah membuat kopi terasa hambar.

Tahap Blooming

Tahap blooming menjadi bagian penting dalam manual brew.

Air dituangkan secukupnya untuk membasahi bubuk kopi.

Setelah itu, diamkan selama 30–45 detik.

Proses ini membantu melepaskan gas karbon dioksida agar ekstraksi lebih merata.

Teknik Penuangan dan Waktu Seduh

Setelah blooming, air dituangkan secara perlahan dan merata.

Gunakan gerakan melingkar dari tengah ke luar.

Hindari menuang air langsung ke dinding filter.

lihat foto SLOW BAR DI SOLO. Dungo Kauman Coffee beralamat di Jalan Cakra No.36, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Suasana Dungo Kauman siang hari, Rabu(28/1/2026).

Waktu seduh manual brew umumnya berkisar 2,5 hingga 3,5 menit.

Durasi seduh bergantung pada metode dan tingkat gilingan kopi.

Konsistensi dan Eksplorasi Rasa

Konsistensi menjadi kunci dalam manual brew.

Gunakan takaran, waktu, dan teknik yang sama untuk menjaga kestabilan rasa.

Dalam eksplorasi rasa, Pian mengaku tidak terlalu mengejar variasi menu.

Fokus utama justru pada kualitas dan pilihan biji kopi.

“Kami tidak terlalu bereksperimen dengan menu, tapi lebih ke pilihan biji kopi,” kata Pian.

Pengalaman dalam Menyeduh Kopi

Menurut Pian, manual brew bukan hanya soal hasil akhir.

Proses menyeduh juga menjadi bagian dari pengalaman menikmati kopi.

Konsep slow bar memberi ruang interaksi antara barista dan pelanggan.

“Konsep slow bar itu memberikan pengalaman dan ruang untuk berkomunikasi lebih dengan barista,” ujar Pian.

Menikmati Proses dan Rasa

Dengan memahami tahapan dasar manual brew, penikmat kopi dapat memperoleh seduhan yang lebih seimbang.

Selain rasa, proses menyeduh juga menjadi bagian dari pengalaman ngopi yang utuh.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini