PT Indopersda Prima Media, Divisi Koran Daerah Kompas Gramedia yang
sekarang mengelola 14 koran, memasuki babak baru, 22 Maret 2010.
Berkibar di daerah-daerah dengan koran cetak tapi tanpa koran induk di
Jakarta, Persda --begitu PT ini sering disingkat-- justru membangun
brand nasional melalui portal berita online, tribunnews.com.
Herman Darmo termasuk yang terlihat paling berbahagia hari itu. Direktur
Kelompok (Dirkel) Koran Daerah Kompas Gramedia ini barusan pulang dari
Jambi, mengawal penerbitan perdana Tribun Jambi, koran ke-14 di kelompok
usaha ini serta koran dengan merek "Tribun" yang ke-9.
Di tangan Herman, Persda tumbuh pesat, bahkan menjadi salah divisi usaha
dengan pertumbuhan bisnis terbaik di Kompas Gramedia. Sukses besarnya
adalah mendirikan koran dengan konsep baru di Persda dengan bendera
"Tribun".
Sukses pertama di Tribun Kaltim, lalu Tribun Timur, Tribun Jabar, Tribun
Batam, Tribun Pekanbaru, lalu melebar ke Pontianak (Tribun Pontianak),
melebar sayap ke Tribun Manado, masuk ke Tribun Lampung, dan sekarang di
Jambi dengan Tribun Jambi. Tribun lainnya segera menyusul.
Melihat sukses merek "Tribun", Persda sekarang sedang bertransformasi
merek nasional dari Persda Network dengan kesan daerah yang mencolok
menjadi Tribun Network dengan warna nasional yang hendak dikibarkan. Tag
line-nya: "The National's Local Newspaper."
"Hari ini kita akan soft launching tribunnews.com.
Ini babak baru," kata Herman, karyawan Kompas yang memulai "karier"
sebagai salah satu perintis di harian Surya, Surabaya.
"Kita masuk ke dunia online sementara kita tetap melihat pertumbuhan di
koran cetak," katanya.
Portal berita tribunnews.com akan
meramaikan persaingan portal berita nasional. Sebelumnya, Persda
mengelola 14 situs berita online di masing-masing koran daerah, usaha
yang dirintis dua tahun terakhir menyusul gebrakan induknya, Kompas,
menjadikan kompas.com sebagai
megaportal.
Portal berita koran-koran Persda memiliki daily visits sekitar 68.290
menurut www.sitelogr.com.
"Ini menempatkan kita dalam jajaran 15 portal berita terbesar di
Indonesia bila daily visits koran-koran daerah itu digabung." Itulah
yang saya katakan ketika mempresentasikan tribunnews.com bersama Achmad Subechi (Pimpro tribunnews.com/Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim) di depan seluruh pimpinan perusahaan koran-koran
Persda.
Hadir Pak Herman dan Pak Sentrijanto, Direktur Keuangan PT Indopersda.
Saya menggoda Pak Herman dan Pak Sentri: "Kita membangun koran cetak di
daerah, tapi induk kita di Jakarta justru portal online. Kapan membangun
koran cetak nasional?" Hadirin tertawa.
Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Persda mulai serius menggarap
bisnis online, bisnis yang diyakini menjadi masa depan bisnis informasi.
Kendati basisnya adalah informasi, domain di mana Persda memiliki
kompetensi tinggi, bisnis online sama sekali baru bagi kelompok usaha
ini.
Kompetensi baru dibutuhkan: how to deliver content dan paling penting,
how to monetize online readers.
Tambahan satu lagi: Bagaimana menjadikan situs berita online sebagai
penompang koran cetak, bukan sebaliknya. Bagaimana mendorong koran cetak
dan online sebagai proses komplementeri (saling melengkapi), bukan
substitusi (saling membunuh).
Menarik melihat apa yang akan terjadi dengan Persda mengingat kelompok
usaha ini merupakan salah satu kelompok usaha koran terbesar di
Indonesia yang mengelola koran dengan sekitar satu juta pembaca di 14
kota di Tanah Air.
Saya kira, dalam 5-10 tahun ke depan, Persda --yang kelak akan menjadi
Tribun Network-- akan bergelut dengan dinamika mengasah tiga kompetensi
utama yang baru tersebut.
Betatapun, selamat untuk kawan-kawan di tribunnews.com. Saya bangga menjadi
salah satu bagian dalam proses ini. Selamat bekerja! (*)
Tulisan saya posting di blog dahlandahi.blogspot.com
Tribunnews.com dan Bendera Tribun Network
Penulis: Dahlan Dahi
Editor: Achmad Subechi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan