Lirik Lagu Tukang Pos
Aku tukang pos
rajin sekali
Surat kubawa
naik sepeda
siapa saja aku layani
tidak kupilih
miskin dan kaya
Kring
… kring … pos!
Meski dalam era digital saat ini peran pos dan
giro masih sangat dibutuhkan masyarakat dalam pelayanan informasi yang
berkaitan dengan surat menyurat ataupun pengiriman barang. Oleh karena
itu di setiap tempat kita masih melihat lalu lalangnya tukang Pos yang
mengantar surat ataupun kiriman barang. Meskipun saat ini sudah banyak
perusahaan yang menawarkan jasa untuk pengiriman surat atau barang ,
namun kebanyakan mereka itu belum menjangkau sampai ke pelosok desa
terpencil. Sehingga peran kantor Pos dan Giro yang tersebar di setiap
kecamatan di Indonesia masih menjalankan fungsinya sebagai pusat layanan
informasi masyarakat . Bahkan layanan Pos dan Giro ini bertambah dengan
penambahan jasa seperti, pembayaran rekening listrik, angsuran kredit
bank dan koperasi,dan juga pembayaran cicilan kendaraan bermotor.
“
Memang setelah adanya alat komunikasi seperti HP dan internet , jumlah
pengiriman surat agak menurun namun untuk pengiriman barang lewat pos
kelihatannya makin ramai saja, oleh karena itu setiap harinya saya
antar dan ambil barang dari kantor Pos Demak dan selanjutnya kami antar
ke seluruh wilayah kerja Pos Wedung yaitu desa-desa di dua kecamatan
Wedung dan Bonang yang dihitung lebih dari 30 desa “, ujar Hasan Bisri
(24) petugas kantor Pos Wedung yang setiap hari berkeliling desa
mengantarkan surat atau barang kiriman.
Hasan Bisri mengaku telah
dua tahun menekuni pekerjaan sebagai tukang Pos yang pada awalnya bukan
merupakan cita-cita , namun setelah menekuni pekerjaan ini dia merasa
cocok dengan pekerjaan yang setiap hari harus berkeliling desa. Dulu
sebelum menekuni pekerjaan sebagai tukang pos dia pernah jadi kuli
bangunan di Jakarta bagian pembesian dengan gaji Rp 35.000,- setiap
harinya , namun karena jauh dari kampung halaman pekerjaan itupun
ditinggalkan . Beruntung ketika lontang-lantung tidak ada pekerjaan
Kepala Kantor pos yang merupakan tetangga dekatnya menawari pekerjaan
sebagai tukang pos , yaitu mengantar dan menjemput surat dari kantor pos
menuju rumah warga atau kantor desa.
Pada
awalnya ia merasa sungkan bekerja sebagai tukang Pos selain membutuhkan
tenaga ekstra karena setiap hari muter-muter desa , juga harus bertemu
orang dengan berbagai macam karakter. Pagi hari sekitar jam delapan pagi
dia harus mempersiapkan surat yang akan diantar ke desa-desa tujuan,
bahkan satu dua harus diantar langsung pada si alamat karena pentingnya .
Oleh karena itu sebelum berangkat dia harus memilah-milah surat sesuai
dengan desa tujuan , agar nanti dilapangan lebih lancar dan tidak
terlewatkan . Setelah semuanya siap dengan kendaraan roda dua khas pos
dan giro iapun menyambangi desa-desa yang menjadi tujuan , kalau
jalannya bagus hal itu tidak jadi masalah karena dia dapat menjalankan
sepeda motornya dengan kencang sehingga cepat sampai tujuan. Namun
sayang desa-desa di kecamatan Wedung maupun Bonang kondisi jalannya
sangat memprihatinkan , sehingga dalam menjalankan tugas sehari-harinya
iapun harus ektra hati- hati terutama desa-desa di lingkungan
pertambakan . Apalagi jika musim hujan tiba jalan-jalan menjadi
kubangan lumpur yang mejadikan sulit untuk berjalan sehingga dia harus
hati-hati jangan sampai jatuh yang menjadikan surat atau barang
kirimannya rusak.
“ Alhamdulillah dalam masa dua tahun pekerjaan
saya lancar-lancar saja , kelihatannya saya sudah nyaman dengan
pekerjaan ini , meskipun gajinya tidak begitu besar namun saya sudah
bersyukur sudah dapat pekerjaan tetap dan dekat dengan rumah orang tua.
Sudah mantap lah saya menjadi tukang Pos meski harus keliling-keliling
setiap hari “, aku Hasan Bisri yang tamatan SMA .
Dalam
menjalankan tugas sebagai tukang pos selama hampir dua tahun ini banyak
suka maupun duka yang ia alami , sukanya jika mengantarkan surat pada
warga yang tergolong kurang mampu misalnya sambutannya cukup baik ,
kadang kala juga disuguhi air minum dan uang bensin . Hal itu terutama
bagi warga desa yang mempunyai anak atau saudara yang bekerja di luar
negeri menjadi TKW , mengabarkan keberadaannya di sana juga kadang
membawa kiriman uang atau barang. Namun kadang kala juga dia menemui
orang yang telah diantarkan surat atau barang kirimannya tanpa peduli
atau cuek begitu saja , kata terima kasih saja tidak keluar dari
mulutnya . Bahkan ada satu dua orang yang di ketuk pintunya enggan
membukakan pintunya , di kira orang minta sumbangan padahal dia sudah
mengenakan jaket dan motor dengan identitas pos .
“ Kami tidak minta
apa-apa karena uang bensin dan gaji sudah di beri dari kantor , namun
kami merasa sangat senang jika mereka yang terlayani mengucapkan terima
kasih saja . Namun ada juga orang yang baik selain kata terima kasih
masih ada lagi misalnya di kasih minum atau uang bensin , ya itu rejeki
saya tapi yang seperti itu jarang Mas “, tambah Hasan Bisri menutup
sua. (FM)
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi
Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)
Tukang Pos Yang Ditunggu
Penulis: Fatkhul Muin
Editor: Widiyabuana Slay
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan