News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Anies Baswedan Pimpin Universitas Paramadina Hingga 2015

Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anies Rasyid Baswedan rektor Universitas Paramadina

Laporan Ritno Hendro Irianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Anies R. Baswedan kembali dipercaya sebagai Rektor Universitas Paramadina. Hasil rapat pleno Yayasan Wakaf Paramadina di Jakarta Kamis, 5 Mei 2011, secara bulat menerima usulan Senat Universitas Paramadina untuk menetapkan Anies Baswedan kembali memimpin perguruan tinggi itu hingga 2015 mendatang.

Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Didik J.Rachbini mengatakan bahwa Anies berhasil menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan. “Kami sangat menghargai prestasi Pak Anies. Dibawah kepemimpinan Pak Anies, Universitas Paramadina telah berhasil membangun Universitas Paramadina yang lebih kuat dan lebih dekat dengan apa yang dicita-citakan para pendiri,” kata Didik J. Rachbini.

Didik Rachbini dan pengurus Yayasan lain beranggapan bahwa kinerja utama yang diraih Anies dan tim adalah peningkatan kualitas pendidikan dan segi operasional perguruan tinggi yang mereka pimpin.

Selain itu, Paramadina dianggap berhasil memberikan influence positif di mata berbagai pemangku kepentingan (publik), baik di dalam mau pun di luar negeri, sehingga bisa mendorong segera terwujudnya cita-cita sebagai universitas pencetak generasi berkualitas bertaraf internasional.

Rapat Yayasan yang dipimpin oleh Didik Rachbini itu dihadiri Anas Urbaningrum, Ade Armando, Astrid Darmawan, Bakhtiar Rahman, Sandiaga Uno, Silmy Karim dan Sudirman Said.

Anies terpilih sebagai rektor Universitas Paramadina pada tahun 2007. Sejak itu, manajemen yang dipimpinnya - bersama tiga Deputi Rektor, masing-masing Wijayanto, Totok Soefijanto dan Bima Santosa - berhasil menggulirkan berbagai terobosan baru seperti program beasiswa, pembentukan berbagai 'think tank' baru, riset-riset yang berkualitas, dan kuliah Anti Korupsi yang pertama diselenggarakan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini