News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Nagara Kretagama United – Artmoschestra

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Artmoschestra

TRIBUNNEWS.COM - Tahun kemarin, Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi) memberikan penghargaan “Formasi Awards 2011”, salah satunya kepada Redy Eko Prasetyo (personil Artmoshestra) sebagai musisi muda kreatif dan berbakat. Atas kebaikan seorang teman, Ahmad Nasuha, akhirnya saya mendapatkan album “Nagara Kretagama United” milik Artmoschesra, kelompok musik asal Malang – Jawa Timur, yang akhir Mei nanti akan bertandang ke London dan Newcastle, promo album atas undangan Encompass Trust UK. Tolong ya mas, album ini diresensi, pinta Ahmad Nasuha.

Ketika hendak meresensi album “Nagara Kretagama United” – Artmoschesra, tiba-tiba di pikiran saya terngiang-ngiang oleh ucapan Redy yang pernah ia tulis di status facebook saya, “Lewat bebunyian saya merasakan kehadiran Tuhan dalam diri saya!” Ucapan Redy ini buat saya sangat mengandung makna filosofis yang begitu dalam, merasakan kehadiran Tuhan lewat semiotika bebunyian. Ucapan ini sempat mengganggu pikiran saya yang lagi berkonsentrasi merensensi album ini.

Sambil mendengarkan album yang cuma berisi 4 lagu; “Madakaripura”, “Spirit of Petrasalira”, “Ura-Uri Tengger”, dan “Madurasa”, saya mencoba untuk berkonsentrasi meresensinya. Memang, yang saya rasakan di album ini musiknya banyak mengeksplorasi getaran bebunyian musik etnik dan musik tradisi warisan budaya bangsa. Nuansa musiknya Indonesia sekali. Itu mungkin yang dimaksudkan Redy dengan ungkapan bahasa yang sangat filosofis tersebut.      

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk tidak memperpanjanglebar tulisan resensi saya. Selain infomasi seputar album ini sudah cukup lengkap tersaji di kover album. Atau kalau masih penasaran apa dan siapa Artmoschestra silahkan buka wibesite atau fecebooknya. Karena saya juga berpikir album ini tidak perlu diresensi dengan bahasa tulisan kata-kata, justru kita resensi dengan bahasa rasa, dengan bahasa semiotika bunyi. Sebagaimana dinyatakan oleh Redy lewat ungkapan, “Lewat bebunyian saya merasakan kehadiran Tuhan dalam diri saya…!!!”

Alex Palit, pendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini