Pihak aparat keamanan dan seluruh stakeholder sepatutnya lebih konsisten menerapkan SOP pengamanan di dalam gedung DPR.
Jangan menjadikan status sosial tamu sebagai dasar memeriksa tamu atau tidak diperiksa, tapi idealnya semua tamu dan pengunjung DPR yang mengendarai mobil apapun harus secara teliti diperiksa.
Namun demikian, sistem yang sebagus apapun yang nantinya diterapkan juga tidak akan selamanya berjalan baik jika tidak didukung oleh semua pihak termasuk anggota dan DPR dan seluruh staf yang bekerja.
Dan model pasrtisipasi itu dapat dimulai dengan prasangka baik dan mengdepankan logika kepentingan keamanan maksimal. Sehingga ke depan tidak ada lagi kasus, dimana pemilik mobil mewah dan anggota DPR yang marah-marah atau tersinggung saat diperiksa oleh Pamdal di pintu masuk.
Semoga tulisan ini menjadi bahan perenungan dan evaluasi bersama, dan dilihat dalam prespektif yang poisisitif.
Baca tanpa iklan