News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Film Innocence of Muslims

Apa Salah Amerika?

Penulis: El Dahs
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat menggelar unjuk rasa menentang beredarnya film Innocence of Muslims di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/9/2012). Dalam aksinya, ratusan orang pengunjuk rasa ini mengecam keras beredarnya film karya Sam Bacile tersebut, karena isinya menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM - Innocence of Muslim, sebuah film murahan yang harus ditukar dengan nyawa, sebuah tindakan yang menimbulkan tanda tanya moral, apa pantas sebuah film murah harus dibayar mahal dengan sebuah nyawa yang nilainya jauh lebih mahal.

Kalau bicara pelecehan agama, ya itu memang benar, tapi apakah pelecehan sebuah agama harus disikapi dengan “angkat pedang, angkat senjata, atau angkat tindakan anarkis lainnya”? Lalu pertanyaan sederhana muncul lagi, kenapa harus Amerika yang diserang? Kenapa harus Negara Amerika yang mengalami tumbal nyawa tersebut? Terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga menimbulkan “salah bunuh”. Kenapa? Jelas saja, karena pembuat film tersebut bukan berasal dari Amerika Serikat, tapi dari Mesir!

 Lalu setelah begini, siapa yang mau bertanggung jawab? Yang ada malah makin menimbulkan penodaan agama? Apa salah para konsulat Amerika sampai harus menerima tumbal nyawa? Jadi bila disitu ada 1 keluarga konsulat, apakah sekeluarga itu akan dihabisi juga nyawanya? Sekejam itukah?

Hendaknya sebagai manusia yang beragama, harus masih lebih memiliki hati nurani yang baik dalam menyikapi suatu persoalan pelecehan agama, Tersulut? Sudah pasti. Tapi mungkin ada yang mengatakan, itu kan bukan agama mu yang dilecehkan? Masih ingat kisah The Da Vinci Code kan? Sebuah novel sekaligus film yang sangat memutar balikan fakta, tapi tidak sampai menimbulkan perbuatan anarkis dari agama Kristen untuk merenggut sebuah nyawa.

Sebagai penulis, saya tidak mau terlalu menggunakan ayat-ayat suci, karena penulis sendiri bukanlah ahli agama bahkan ahli kitab suci manapun, namun saya hanya ingin menekankan nilai pantas sebuah film untuk merenggut sebuah nyawa.

Kiranya ini jadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. Ini bukti hanya karena rasa tidak suka terhadap Amerika, sehingga segala sesuatu yang buruk selalu diidentikan dengan Amerika. Lihat personalitynya, jangan lihat negaranya bahkan agamanya.

Salam,

 

TRIBUNNERS TERBARU

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini