News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Nasib Anas di Demokrat

Jika Diberhentikan SBY, Anas Tidak Akan Melawan

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum saat pengambilan nomor urut parpol, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (14/1/2013). Sepuluh parpol beserta tiga partai lokal Aceh telah lolos verifikasi oleh KPU pada Senin 7 Januari 2013 lalu, dan berhak mengikuti Pemilu 2014 mendatang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM - Sejak masuk dalam dunia aktivis dari jaman orde baru hingga hari ini, tidak ada sedikit pun catatan sejarah Anas pernah melawan. Kekuasaan baik di dalam maupun di luar organisasinya.

Jika SBY memberhentikan Anas, dengan atau tanpa KLB maka bisa dipastikan, Anas tidak akan berbuat apa-apa selain menulis di sosial media atau paling maksimal melalui jalur hukum.

Bisa dipastikan, tidak mungkin Anas akan mampu gunakan perlawanan diluar jalur Hukum Sebagaimana yang pernah dilakukan Megawati dengan mimbar bebas berhari-hari di Diponegoro 58 pada tahun 1996 menolak intervensi Soeharto ke dalam partai.

Anas akan lebih tidak mampu berbuat apapun jika pemberhentiannya didasari. Keputusan KPK yang menjadikannya tersangka, yang sangat mungkin keputusan itu akan dikeluarkan oleh KPK dalam waktu dekat ini.

Kenapa Anas tidak akan melawan? Pertama karena Anas adalah aktivis yang dibesarkan dari jalur aman dan mapan bukan dari jalanan. Kedua, Anas sama sekali tidak memiliki sejarah melawan.

Ketiga, Anas bukan korban politik negara seperti Megawati tapi pelaku politik yang kalah dalam pertarungan. Ke empat, tipikal Anas adalah pelobi politik yang lebih mengedepankan kasak kusuk dan menghindari tarung terbuka dan keras.

Kalaupun setelah Anas diberhentikan lalu ada DPD atau DPC yang tidak setuju maka penolakan itu akan sangat mudah di bungkam karena Partai Demokrat adalah partai instan yang tidak melakukan kaderisasi ideologis tapi merekrut kader berdasarkan kesamaan kepentingan pragmatis belaka.

Sekjend Pena 98

Adian Napitupulu, SH

TRIBUNNERS POPULER


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini