News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Bumi Tegal, Gunung Slamet Serta Kisah Lengsernya Presiden RI

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hatta Taliwang beri sambutan dalami upacara menyambut HUT RI ke 66 yang dihadiri oleh pada juru parkir dan pedagang kaki lima di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Rabu (17/08/2011). (Tribunnews.com/MBR/Felix Jody K.)

Oleh : M.Hatta Taliwang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gunung Slamet (3.428 m) adalah gunung berapi yang sebagian lerengnya masuk ke wilayah Kabupaten Tegal.

Dikabarkan Presiden SBY datang kesitu. Sebelumnya beberapa bulan yang lalu beredar kabar bahwa SBY berniat mendaki Gunung Lawu.

Bagi orang Jawa,Gunung Slamet seperti halnya Gunung Lawu sangatlah istimewa. Yakni merupakan salah satu pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa.

Politikus yang juga paranormal Permadi menilai kepergian SBY ke Gunung Slamet bukan hanya untuk mengunjungi petani, tetapi juga memiliki misi spiritual, yakni berdoa agar penggantinya sebagai presiden Indonesia berasal dari lingkaran atau kelurganya.

"SBY berharap penggantinya kelak adalah orangnya," kata Permadi.

Di Gunung Lawu, konon  Prabu Brawijaya mendapatkan jawaban dari kegundahannya, ketika suatu malam menjalani meditasi, Sang Prabu mendapatkan wahyu kedaton bahwasanya Majapahit akan menghilang, digantikan kerajaan baru, Kerajaan Demak.

Sastoro, Anggota DPR RI periode 1999-2004 yang berasal dari Tegal pernah bercerita bahwa dia heran Presiden SBY berani datang ke Bumi Tegal.

Menurutnya Presiden Soekarno sekitar tahun 1964 datang mampir ke Waduk Cacaban tidak lama setelah itu terjadi kekacauan 1965 dan Soekarno tumbang.

Serupa hal itu, yakni Gus Dur sehabis berkunjung ke pesantren temannya di Tegal tak lama kemudian lengser. Megawati tanggal 4 Juli 2004 meresmikan TPI di Tegal, setelah itu kalah Pilpres.

Spiritualis Ki Joko Bodo menilai, tujuan spiritual dari kunjungan  SBY ke Gunung Slamet, justru akan membawa malapetaka bagi SBY.   

Menurutnya Presiden Soeharto sesaat sebelum lengser juga melakukan kunjungan ke Gunung Slamet.

Makanya Sastoro kawatir setelah kunjungan SBY ke Gunung Slamet.

Aura perkelahian Adipati Tegal Martoloyo dengan Adipati Jepara Martopuro(pertengahan 1600an) sampai keduanya mati masih menghantui perasaan batin Sastoro.

Martoloyo mati karena tikaman keris Ki Kasur, sedang Martopuro mati karena tikaman keris Ki Sepuh. Di Tegal juga terdapat makam Amangkurat I yang kabur dari Mataram dikejar Trunojoyo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini