News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pemilihan Paus Baru

Detik-detik Jelang Konklaf

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kilat menyambar Basilica Santo Petrus di Vatican City, pada 11 Februari 2013, hari yang sama saat Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya.

Kardinal Re juga yang akan memimpin pengambilan sumpah. Proses Litani Suci itu juga akan dihadiri oleh Kepala Rumah Tangga Kepausan, Mgr. Georg Gaenswein.

P. Federico Lombardi menjelaskan pula, “Paus yang baru sebelum keluar ke Balkon Pemberkatan akan berhnti sebentar di Kapel Paolina untuk berdoa sejenak dihadapan Sakramen Maha Kudus. Ini merupakan sesuatu hal yang baru.

Kemudian, Paus yang baru akan tampil di Balkon untuk memberikan “Salam singkat” kepada umat yang hadir dan memberikan “Berkat Urbi et Orbi” nya yang pertama. Dalam kesempatan itu, Kardinal Dekan akan mengumumkan Indulgensi seperti pada Hari Raya Paskah dan Natal.”

Ia menambahkan, “Misa Pentahbisan Paus tidak diharuskan pada Hari Minggu, sehingga kemungkinan akan dilakukan juga pada hari kerja antara Hari Selasa atau Rabu”.

Tak Ada Pengarahan

Sementara itu, Mgr. Philippe Barbarin (yang selalu bersepeda beberapa hari ini di Roma) memberikan pernyataan yang mematahkan pendapat orang-orang yang berpikir bahwa para kardinal pemilih telah masuk ke dalam Konklaf dengan satu nama kuat di kepala mereka.

“Pada pemilihan sebelumnya, memang sudah ada sosok yang kuat, tiga atau empat kali melebihi dari kardinal-kardinal lainnya. Ia merupakan satu-satunya teolog. Dan kita sedang membcarakan Joseph Ratzinger. Lain halnya dengan sekarang. Pilihannya harus dijatuhkan pada 1,2,3,4,5,12 kandidat…..Sampai saat ini kita benar-benar tidak tahu dan harus menunggu paling tidak hasil dari pemilihan pertama.”

Asap hitam yang keluar dari Kapel Sistina menunjukkan Sri Paus belum terpilih, sedangkan asap putih yang keluar menunjukkan Sri Paus sudah terpilih. Jika pada pemilihan pertama sudah terpilih Sri Paus, maka surat suara langsung dibakar menghasilkan asap putih.

* Biografi Penulis:
Shirley Hadisandjaja, WNI menetap di Milan, Italia. Penulis dan Kontributor majalah Tempo dan beberapa majalah Katolik Indonesia (Hidup, Mogi) dan majalah Tempi Italia serta ACS Italia untuk Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini