News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Iwan Fals: Marah Itu Manusiawi

Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Prabowo Subianto dan Iwan Fals

Oleh: Alex Palit

Usai melantunkan lagu ‘Nocturno’, Iwan Fals sempat ditanya pembawa acara Nawja Shihab, masih perlukah kita marah-marah. “Saya menghormati orang yang marah.

Karena marah itu manusiawi,” jawab pelantun lagu ‘Surat Buat Wakil Rakyat’ dan ‘Manusia ½ Dewa’, saat tampil di live event “Memilih Wakil Rakyat” yang menghadirkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Gerindra dan Tjahjo Kumolo dari PDI Perjuangan, di Metro TV, semalam (9/4).

Saya tidak tahu, apakah jawaban penyanyi yang lirik lagunya banyak menyuarakan kritik sosial Iwan Fals ini terkait dengan lirik lagu ‘Nocturno’, atau justru malah sindiran Iwan Fals menyambung dialog sebelumnya saat menyinggung seputar friksi “Perjanjian Batu Tulis” antara Megawati dengan Prabowo.

Karena jawaban Iwan Fals pas banget menyambung dialog sebelumnya ketika menyentil friksi “Perjanjian Batu Tulis” antara Megawati dengan Prabowo. Ketika kemudian Prabowo marah karena merasa dihianati Megawati, wajar dan itu manusiawi. Kalau mengutip jawaban Iwan Fals, “Saya menghormati orang yang marah. Karena marah itu manusiawi,” jawab pelantun lagu ‘Desa’ yang menjadi salah satu point 6 Program Aksi Gerindra.

Saya pun kembali teringat pernyataan Iwan Fals, marilah kita berpolitik dengan logika akal sehat, beretika dan berestetika. Bagaimana sebuah kehidupan akan berjalan dengan sehat ketika kehidupan politik dijalankan tanpa mengedepankan logika akal sehat, malah diwarnai dengan cara-cara tidak berestetika dan tidak etika moralitas politik. Untuk menjaga kehidupan politik yang sehat baik logika akal sehat, etika dan estetika harus tetap terjaga.

Diakhir acara, Iwan penutup dengan lagu ‘Manusia ½ Dewa’. Sudah tentu lagu ini sengaja ia persembahkan buat capres di Pilpres 2014.

Wahai presiden kami yang baru

Kamu harus dengar suara ini

Lewat lagu ini ‘Manusia ½ Dewa’, Iwan menyerukan pesan dan harapannya terhadap presiden baru hasil Pilpres 2014, 7 Juli nanti;

Turunkan harga secepatnya,

Berikan kami pekerjaan...

Tegakkan hukum setegak-tegaknya

Adil dan tegas tak pandang bulu

Pasti kuangkat engkau menjadi manusia ½ dewa.

* Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”, penulis lirik lagu, pendiri grup facebook “Forum Apresiasi Musik Indonesia” (Formasi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini