Jika dihitung, komitmen pembiayaan regional dari Tionkok sudah mencapai US$ 200 miliar lebih, baik untuk AIIB, BRICS Development Bank, gas Siberia, Pakistan, Indonesia. Belum lagi untuk negara-negara Afrika, Australia dll.
Tentu pertanyaannya, bagaimana realisasinya? Sebagai contoh, sebagian proyek di Pakistan sebenarnya sudah disiapkan beberapa tahun lalu. Namun realisasinya masih tersendat hingga sekarang, baik karena faktor Tiongkok maupun Pakistan.
Hal yang sama bisa terjadi dengan Indonesia. Jadi, pemerintah harus aktif agar komitmen-komitmen Tiongkok-Indonesia benar-benar direalisasikan.
Baca tanpa iklan