Mungkin, kita semua harus melihat dengan hati. Agar rasa benci tergantikan dengan cinta. Karena hanya dengan cinta, kita semua dapat menghargai anugerah Tuhan.
Hanya dengan cinta, lapangan bola akan tetap hijau.
"Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia. Sebab kekuatan itu tidak akan pernah direngut dari manusia penuh berkat yang mencintai" (Kahlil Gibran)
Cinta juga dapat menumbuhkan kedamaian hati. Kedamaian hati mendorong kedamaian berpikir.
Dengan kedamaian hati dan kedamaian berpikir, akan dapat diraih pengertian, untuk perdamaian dan kehormatan sepakbola Indonesia.
"Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian" (Albert Einstein).
Agar lapangan bola bisa tetap hijau, diperlukan kedamaian hati dan kedamaian berpikir.
Sehingga diperoleh pengertian yang lebih tulus, untuk melihat kepentingan sepakbola Indonesia, dengan hati.
Jayalah sepakbola Indonesia.
Baca tanpa iklan