News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Ketika Lapangan Bola Tidak Lagi Hijau

Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tommy Rusihan Arief, mantan Ditektur Media PSSI

Mungkin, kita semua harus melihat dengan hati. Agar rasa benci tergantikan dengan cinta. Karena hanya dengan cinta, kita semua dapat menghargai anugerah Tuhan.

Hanya dengan cinta, lapangan bola akan tetap hijau.

"Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia. Sebab kekuatan itu tidak akan pernah direngut dari manusia penuh berkat yang mencintai" (Kahlil Gibran)
Cinta juga dapat menumbuhkan kedamaian hati. Kedamaian hati mendorong kedamaian berpikir.

Dengan kedamaian hati dan kedamaian berpikir, akan dapat diraih pengertian, untuk perdamaian dan kehormatan sepakbola Indonesia.

"Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian" (Albert Einstein).

Agar lapangan bola bisa tetap hijau, diperlukan kedamaian hati dan kedamaian berpikir.

Sehingga diperoleh pengertian yang lebih tulus, untuk melihat kepentingan sepakbola Indonesia, dengan hati.

Jayalah sepakbola Indonesia.

* Tommy Rusihan Arief, mantan Ditektur Media PSSI

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini