Dalam hal ini kita menjadi tahu bahwa menanam tanaman bawang merah bukan hanya dibutuhkan modal yang besar akan tetapi juga membutuhkan pemeliharaan secara rutin agar tanaman dapat tumbuh subur dan tahan dengan serangan hama dan ulat-ulat kecil.
Jadi, dalam kondisi saat ini para petani di desa Sangkeh perlu mendapatkan sosialisasi dan berbagai program-program lainnya untuk dapat menggerakkan para petani supaya tidak berhenti menanam tanaman bawang merah.
Kondisi ini harus mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Pertanian bahwasannya jangan sampai petani bawang merah itu menurun mengingat semakin sulitnya pemeliharaan bawang merah.
Indonesia bisa saja tidak perlu harus mengimpor bawang merah dari luar negeri jika pemerintah bisa lebih tanggap dalam mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi para petani bawang merah.
Saya yakin para petani bawang merah dapat berpikir secara rasional dan tidak harus beralih menanam tanaman lain mengingat di desa Sangkeh berpotensi subur untuk menanam tanaman bawang merah.
Baca tanpa iklan