News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Nasib Novel Baswedan

KPK Tak Boleh Gadaikan Independensi dengan Menjadi Makelar Jabatan Novel

Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan saat tiba di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/12/2015). Novel Baswedan memenuhi panggilan Bareskrim untuk pelimpahan berkas tahap dua dari Bareskrim ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu terkait dugaan penganiayaan saat menjabat Kepala Satuan Reserse Polres Kota Bengkulu pada tahun 2004. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Saat ini sudah terbukti bahwa stim pengelolaan Administrasi penuntutan di Kejaksaan berpotensi korupsi karena sebuah surat dakwaan yang sudah dilimpahkan dan telah ditetapkan hari sidangnyapun, boleh ditarik kembali oleh Jaksa Penuntut Umum sehingga kepastian hukum dalam kasus Novel Baswedan dan masyarakat umum lainnya, semakin jauh api dari panggang, karena itu pimpinan KPK harus memfokuskan tugasnya pada pembenahan sistim administrasi penegakan hukum yang ada di setiap lembaga penegak hukum.

Pimpinan KPK harus belajar dari pengalaman kasus pimpinan KPK sebelumnya (BW dan Abraham Samad serta kasus Novel Baswedan) dan segera lakukan pengkajian untuk membenahi sistem peradilan yang korup, karena kasus kriminalisasi pimpinan KPK sebelumnya (BW dan AS) juga bukan hanya telah mengacaukan sistim peradilan kita akan tetapi sistem administrasi penyelidikan dan penyidikan di KPK-pun ikut dikacaukan.

Sebagai negara hukum, kita harus memiliki sistim peradilan yang menjamin hak-hak warga negara atas keadilan dan kepastian hukum.

Ditulis Petrus Selestinus, Advokat Peradi dan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini