News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Petani Tambak Belajar Prakiraan Cuaca

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunadi, petani tambak ikan air tawar mengangkat ikan-ikan yang mati dan terapung di tambaknya, di kawasan Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/10/2012). Akibat peristiwa yang belum diketahui sebabnya ini, para petambak mengalami kerugian jutaan rupiah. Menurut Gun ikan para petambak terdiri dari ikan nila, mujair, dan gurame hampir seluruhnya mati. Namun hingga hari ini belum ada pemeriksaan dari pihak terkait. Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat (2012-10-30)

Ditulis oleh : Abdul Salam Atjo, Penyuluh Perikanan Pinrang 

TRIBUNNERS - Perubahan cuaca dan iklim secara mendadak dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan udang yang ada dipelihara di dalam tambak.

Guna mengantisipasi terhadap perubahan iklim tersebut maka petani tambak di kecamatan Suppa, Lanrisang, Mattirosompe dan kecamatan Duampanua kabupaten Pinrang diajari tentang prakiraan cuaca.

Kepala stasiun klimatologi wialayah IV Makassar, Abdul Tholib mengatakan, petani tambak cukup penting untuk mengetahui prakiraan cuaca sebelum melakukan penebaran bibit udang di tambak.

"Jika kedepan ada prakiraan cuaca yang megarah perubahan pada suhu dan curah hujan yang ekstrim maka petani tambak harap berhati-hati dalam mengelola usaha tambaknya,” ujar Abdul Tholib di hadapan peserta sekolah lapang yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang, Sabtu (19/3/2016).

Syarifuddin Zain, salah seorang peserta sekolah lapang dari kecamatan Lanrisang mengakui kalau perubahan cuaca yang ekstrim sangat berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup udang yang dipelihara di tambak.

Menurut Sayarifuudin perubahan cuaca dari dingin ke panas dapat mengurangi tingkat kehidupan udang di tambak.

“Saya heran tiba-tiba udang saya banyak yang mati karena perubahan suhu air yang dingin pada malam hari dan panas sekali pada siang hingga sore hari sehingga udang stres dan banyak yang mati,” kata Syarifuddin.

Karena itu prakiraan cuaca menjadi penting dipelajari oleh petani tambak guna mengantisiasi terjadinya hal-hal yang merugikan petani tambak.

"Kami sengaja menghadirkan kepala stasiun klimatologi sebagai pemateri karena berkaitan langsung dengan kebutuhan petani tambak,” kata Hattah Fattah inisiator terlenggaranya kegiatan sekolah lapang petani tambak di kabupaten Pinrang.  

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini