Di sini saya ingin menunjukkan bahwa dari aneka jenis bambu pethuk sebagaimana yang digambarkan itu tidak ada, dalam artian belum pernah ditemukan yang alami, kalaupun ada patut dicurigai sebagai hasil rekayasa.
Di sini saya menyakini bahwa pring pethuk sebagaimana digambarkan itu tak lebih dari hasil olahan rekayasa untuk memperdaya orang.
Sebagai penyuka dan kolektor bambu unik dan langka, saya berpendapat bahwa apa yang didapat rekan Tatang itu adalah pring pethuk, pring pethuk asli dan alami.
Semoga tulisan ini semakin menjadi penyemangat rekan-rekan di KPBUN dalam berburu harta karun bambu unik Nusantara. Mudah-mudahan bambu pethuk, bambu pethuk lainnya akan bermunculan. Semoga!
* Alex Palit, citizen jurnalis, admin grup fesbuk “Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara” (KPBUN)
Baca tanpa iklan