Sejatinya, CPOPC besutan RR ini bukan badan untuk gagah-gagahan. Banyak kalangan mentamsilkannya dengan badan kartel minyak mentah dunia, OPEC. Memang, baik Indonesia maupun Malaysia tidak secara tegas menampik anggapan tersebut. Yang pasti, kedua negara hendak bersatu mengatasi masalah pertumbuhan dan keberlanjutan minyak sawit. Untuk itu, keduanya menyepakati Kerangka Global Prinsip Minyak Sawit Berkelanjutan (Global Framework of Principles for Sustainable Palm Oil/GPSPO).
Secara umum, organisasi internasional di bidang minyak sawit itu bertujuan meningkatkan daya saing industri strategis minyak sawit dan praktik pengelolaan yang memperhatikan kelestarian lingkungan. Namun seperti ditegaskan Rizal Ramli, konsentrasi terbesar CPOPC adalah meningkatkan kesejahteraan petani kecil.
“Dengan menyeimbangkan dan menyelaraskan tiga komponen ini, kita bisa benar-benar memaksimalkan potensi sawit sebagai industri strategis. Semua itu dimaksudkan untuk manfaat yang lebih besar bagi seluruh umat manusia, khususnya para petani sawit kecil,” ungkap Menko Rizal Ramli.
Baca tanpa iklan