News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Mengenal Virga dan Bahayanya Bagi Penerbang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lepas Landas: Sebuah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang saat lintasi area tambak di sungai siangker, Jateng, Kamis (13/6/2013). Pekerjaan jalan akses dari sungai Siangker menuju lapangan parkir terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada tahap ke tiga sudah mencapai 700 meter dari total keseluruhan 1.336 meter dengan lebar 15 meter. Pekerjaan tersebut diprediksikan selesai pada Desember 2013. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

Adapun dampak yang ditimbulkan oleh microburst sendiri bagi pesawat yaitu pesawat yang terkena microburst bisa menyebabkan pesawat hilang kendali bahkan pesawat bisa turun beberapa ribu feet menuju permukaan tanah.

Apabila pesawat sudah hilang kendali maka tidak menutup kemungkinan kecelakaan bisa terjadi dan tidak sedikit juga kasus pesawat jatuh yang terjadi karena microburst ini.

Terkait dengan kecelakaan tersebut, pakar cuaca penerbangan menyebutkan bahwa microburst yang terjadi di ujung landasan adalah yang paling berbahaya terutama ketika pesawat hendak takeoff dan landing di ujung landasan pacu bandara.

Microburst sendiri tidak hanya menyebabkan downdraft, akan tetapi headwind (angin yang berlawanan arah dengan pesawat).

Dengan arah angin yang berlawanan ini akan menghambat pesawat saat landing dan memberikan tekanan saat take off, tailwind (angin yang datang searah dengan pesawat).

Saat pesawat akan landing apabila terjadi perubahan arah angin secara tiba-tiba dan menyebabkan posisi pesawat dan arah angin searah, hal ini dapat menyebabkan pesawat akan overshoot atau melewati ujung runway yang diakibatkan oleh dorongan dari Tail Wind.

Dan Cross Wind (angin yang bergerak dengan arah memotong lintasan runway) hal ini dapat mengakibatkan pesawat keluar dari jalur runway.

Apabila di suatu bandara terjadi fenomena seperti disebutkan di atas, pihak meteorologi penerbangan atau BMKG yang terdapat di bandara tersebut pasti akan menginformasikan kepada maskapai sebelum pesawat melakukan takeoff dan landing sehingga pilot bisa melakukan antisipasi dan memperkirakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi hal demikian sehingga kecelakaan pesawat bisa diminimalisir.

Fenomena virga tidak selalu disertai dengan kejadian microburst. Ada tidaknya microburst tergantung dari seberapa besar perbedaan temperatur, tekanan, dan banyaknya awan hujan yang terbentuk di atmosfer.

Namun demikian, walaupun tidak terjadi microburst di area terjadinya virga, alangkah baiknya jika melihat fenomena tersebut pilot segera menghindari dengan cara meminta izin menaikkan ketinggian kepada ATC (Air Traffic Control) untuk terbang di atasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini