News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Polemik Menteri Jokowi

Jika Benar Menteri ESDM Archandra Warga Negara Amerika Maka Harus Ditahan dan Diperiksa

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar saat pengumuman perombakan kabinet atau reshuffle jilid 2 di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Arcandra Tahar menggantikan Sudirman Said.

Oleh : Ferdinand Hutahaean
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Hari ini jagad publik dikagetkan beredarnya pesan berantai dari whatsapp ke whatsapp tentang kewarganegaraan Mentri ESDM baru yaitu Archandra Tahar.

Pesan itu menyebutkan bahwa Pak Tahar telah menjadi Warga Negara Amerika melalui proses naturalisasi dan telah mengucapkan sumpah setia kepada Amerika di hadapan hakim Amerika.

Bahkan infonya Tahar beberapa kali masuk ke Indonesia sudah menggunakan pasport Amerika.

Baca : Beredar Pesan Berantai Menteri ESDM Arcandra Tahar Warga Negara Amerika

Tahar memang tergolong sering ke Indonesia untuk urusan bisnis mengingat posisinya sebagai salah satu eksekutif di Petroneer perusahaan perancang teknologi kilang off shore.

Archandra Tahar sudah bermukim di Amerika sekitar 20 tahun.

Artinya hampir separoh usianya dihabiskan di Amerika dan bekerja di sana.

Kondisi ini membuat wajar dan sangat mungkin bahwa Archandra Tahar mengajukan diri menjadi Warga Negara Amerika dan bersumpah setia kepada bangsa Amerika.

Nasionalismenya Tahar memang sudah sangat diragukan bila melihat lamanya Tahar di Amerika.

Keberpihakannya kepada bangsa sangat minus terbukti dari kebijakannya di Kementrian ESDM meski baru menjabat satu minggu.

Masuknya Widjanarko dan pemberian ijin ekspor konsentrat Freeport yang melonjak adalah dua bukti nyata Pak Tahar lebih berpihak pada kepentingan asing.

Jika benar Archandra Tahar adalah pemegang paspor Amerika, sangat tidak bisa dimaafkan.

Presiden gagal melindungi bangsa dari penyusupan pihak asing. Presiden gagal menyeleksi pembantunya.

Ini bahaya dan menjadi ancaman serius pada kedaulatan bangsa.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini