Ia bisa dipingit di satu ruang, kamar, rumah, atau asrama. Atau bahkan sedang dipingit dalam di penjara guna mengenal kerasnya kehidupan.
Di penjara inilah Satrio Piningit dengan segala pengorbanan jiwa-raganya sedang diuji, mengalami ujian, cobaan, digembleng, digodok dan dibina mengenai makna hidup dan kehidupan guna melengkapi kesejatian dirinya menjadi Satria Bayangkara, Satria Panandita dan Satria Raja untuk kemudian mendapat kepercayaan, dipercaya mengemban tugas dan menjalankan titah amanah yang diberikan kepadanya.
Di tengah terjadinya krisis multidimensional yang melanda negeri, adakah ramalan Prabu Jayabaya prihal Satrio Piningit menjadi kenyataan, yaitu munculnya sosok kesatria memayu hayuning bawono negeri Nusantara yang bhinneka tunggal ika.
Kita pun tidak tahu, kapan Satrio Piningit itu keluar dari pingitan, dua tahun lagi, besok, lusa, atau malah hari ini? Selamat datang Satrio Piningit! Semoga!
* Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”, kolektor bambu unik, pengaji deling Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN), Pemimpin Redaksi Bambuunik.com
Baca tanpa iklan