News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pilpres 2019

Dilema Jokowi Tentukan Cawapres

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Prabowo dan Jokowi

Siapa yang akan dipilih Jokowi? Pertama, bergantung negosiasi parpol.

Tentu, Jokowi tak akan menentukannya sendiri. Partai koalisi pasti terlibat. Salah negosiasi, akan jadi bumerang buat Jokowi.

Bisa-bisa Jokowi tak dapat tiket. Sebab itu, Jokowi dituntut untuk bisa memuaskan semua partai pendukung.

Satu sisi, banyaknya parpol pengusung dan pendukung akan menambah kekuatan.

Di sisi lain, akan rawan konflik kepentingan. Salah kelola, justru akan jadi bumerang. Begitulah hukum politik berlaku.

Berlaku juga di dunia sosial non politik.

Kedua, bergantung pada siapa lawan yang dihadapi Jokowi. Kalau itu Prabowo, maka kemungkinan gesekan akan semakin menguat.

Baca: Kisah Mantan Pecandu Narkoba: Dikeroyok Gara-gara Mencuri hingga Berkali-kali Direhabilitasi di RSJ

Sebab, Jokowi diprediksi akan menang. Soal cawapres tak harus ketat untuk jadi pertimbangan.
Parpol koalisi makin percaya diri. Kabarnya, PDIP ngotot ajukan Puan Maharani. Sementara partai pendukung lainnya menolak.

Pencapresan Prabowo, di satu sisi membuat koalisi istana optimis dan makin bersemangat. Tapi di sisi lain berpotensi menambah kekisruhan dan kegaduhan antar parpol koalisi.

Karena, untuk melawan Prabowo, tak perlu dengan power full.

Siapapun cawapres Jokowi bisa menang. Begitulah kira-kira yang dipikirkan PDIP.

Jika lawan Jokowi Gatot Nurmantyo? Cawapres yang akan diambil Jokowi kemungkinan dari tentara. Muldoko misalnya. Untuk mengimbangi jaringan Gatot di kalangan militer.

Tapi, kalau lawannya Anies Baswedan? Bergantung cawapres Anies. Kalau cawapres Anies itu Ahmad Heryawan, Jakowi akan hadang dengan cawapres dari NU.

Sebab, kader PKS masih kesulitan untuk dapat suara dan dukungan dari kelompok NU. Sebagian Nahdliyyin malah antipati terhadap PKS.

Kalau Anies-AHY? Maka, bergantung siapa yang akan jadi fokus perlawanan.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini