News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pilpres 2019

“Si Vis Pacem Para Bellum”

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jokowi dan Prabowo.

Hasil survei Median, Jokowi-Ma'ruf 47,7%, sedangkan Prabowo-Sandi 35,5% atau selisih 12,2%, dan yang belum menentukan pilihannya 16,8%. Survei digelar pada 4-16 November 2018.

Hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi-Maruf 52,6%, Prabowo-Sandi 32,7% atau selisih 19,9%, dan yang belum menentukan pilihannya 14,7%. Survei digelar pada 24 September-5 Oktober 2018.

Hasil survei terbaru ketiga lembaga tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan hasil survei sebelumnya atau tak lama setelah Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019.

Dengan melihat angka responden yang belum menentukan pilihannya, berarti posisi Jokowi-Maruf belum aman.

Lalu, benarkah tercipta perdamaian dan kedamaian setelah Jokowi memberikan sinyal siap “perang”? Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, lawan-lawan politik Jokowi tetap melancarkan serangan-serangan yang tak kalah gencar dari sebelumnya. PA 212, yang kerap dikonotasikan sebagai lawan politik Jokowi, juga tetap akan menggelar reuni akbar di Monas, Jakarta, Ahad (2/12/2018).

Di akar rumput, persaingan dukungan terhadap capres bahkan sampai merenggut korban nyawa. Seperti diberitakan, dua orang di daerah Sampang, Madura, Jawa Timur, terlibat cekcok akibat memiliki pilihan capres yang berbeda dalam Pilpres 2019.

Insiden yang terjadi pada Rabu (23/11/2018) itu berujung pada meninggalnya Subaidi, salah satu pendukung capres, karena ditembak oleh Idris, seorang pendukung capres lainnya.

Alhasil, kita masih harap-harap cemas menyambut Pilpres 2019, apalagi pelaksanannya akan dibarengkan dengan Pemilu Legislatif 2019. Itulah!

Karyudi Sutajah Putra: Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini