Belakangan ketika Anda terjun ke politik praktis untuk menjemput takdir pengabdian, saya bisa memaklumi. Ada harapan besar Anda dapat menjadi warna tersendiri sekaligus menjadi basis legitimasi moral kubu oposisi.
Apa lacur, Anda justru gemar menebar angin. Sejauh saya catat, Presiden Jokowi tak pernah berbicara negatif tentang Anda. Filosofi ‘mikul dhuwur mendhem jero’ dipegang erat, sebagai sahabat. Kini, Sudirman Said diuji oleh semburan ucapannya.
Sejauh mana publik masih dapat meyakini klaim Anda sebagai punggawa integritas dan penjaga moral bangsa? Waktu belum terlambat untuk kembali ke jalur kewarasan. Tanpa klarifikasi yang jujur, saya khawatir teka teki ini akan menjebak Anda pada pilihan sulit: Anda penjilat atau pendusta?
Baca: Sudirman Said Ungkap Pertemuan Jokowi dan Bos Besar Freeport, James Moffet
Baca tanpa iklan