News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

KH Imam Jazuli: Jangan Ada Khilafah Di Antara Kita

Editor: Husein Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Alumnus Univeraitas al Azhar Mesir, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Wakil Ketua Rabithah ma'ahid Islamiyah- asosiasi pondok pesantren se Indonesia- Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) periode 2010-2015.

Ingris, misalnya, adalah negara pengasong demokrasi liberal, termasuk Amerika, Denmark, Prancis, dan Australia. Di negara-negara liberal ini, kebisingan ideologi yang lahir dari perbedaan, seperti HT, dianggap sebuah kelaziman. Mereka siap menerima perbedaan, tentu saja selama HT tidak menciptakan kegaduhan sosial, aksi teror, dan keterancaman negara.

Tetapi, negara-negara Eropa yang merasa terancam oleh aksi teror tetap melarang HT beroperasi. Jerman dan Rusia contohnya. Karenanya, jangan ada lagi khilafah di antara kita. Khilafah dalam konteks NKRI, Pancasila, dan UUD 45 adalah ancaman bagi negara.

*alumni Universitas al-Azhar, Mesir; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia; Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini