News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Menyulam Benang Kebangsaan NU dan FPI

Editor: Husein Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KH Imam Jazuli menyampaikan sambutan di acara Haul KH Anas Sirajuddin

Karenanya, rakyat kecil dan arus bawah harus ikut jejak para pemimpin, dalam menyatukan seluruh perbedaan di tingkat akar rumput.

Perjumpaan PBNU dan FPI adalah simbol awal, sebuah rintisan, yang perlu diuji coba dan diperjuangkan, bahwa putra-putra bangsa tidak saja mampu bersatu di kalangan elite, melainkan kelas sosial akar rumput juga bisa bersatu.

Namun, ini belum selesai. Berikutnya, adalah persatuan antara rakyat kecil dengan penguasa. Yang dalam khazanah leluhur kita disebut: "manunggaling kawula lan gusti". Yakni, persatuan antara kepentingan penguasa dan rakyat kecil.

Jokowi dan Prabowo bersatu. NU dan FPI bersatu. Selangkah lagi, penguasa dan rakyat bersatu.

Apabila ini semua tercapai, tanpa dibayang-bayangi keretakan hanya gara-gara tidak dapat jatah kekuasaan dan urusan perut lainnya, maka insya Allah, arwah pahlawan kita yang gugur di medan tempur akan tersenyum bangga. Mereka melihat generasi penerusnya mampu menerjemahkan makna Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa!.

*Penulis adalah alumni Universitas Al-Azhar, Mesir; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Periode 2010-2015.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini