Di sisi lain, dengan terus meningkatkan masalah COVID-19 maka penanganan dan pengobatan kasus TB dan Infeksi HIV juga akan dapat terkendala, seperti sudah terjadi di banyak negara sekarang ini.
Patogenesitas COVID-19 mungkin akan dapat terakselerasi pada ODHA karena HIV memang menekan imunitas.
Juga, sudah diketahui bahwa pada sebagian pasien maka COVID-19 yang berat maka dapat terjadi fibrosis paru, antara lain melalui mekanisme “diffuse alveolar damage (DAD)”.
Secara keseluruhan, kalau terjadi tiga Infeksi sekaligus (COVID-19, TB dan HIV) maka dapat berkonsekuensi buruk pada perjalanan masing-masing penyakit karena pengaruh imunopatologikal, menjadi semacam lingkaran masalah (vicious circle).
Pemahaman yangh menyeluruh tentang interaksi ke tiga penyakit dalam pandemi ini jadi suatu hal penting yang perlu dikuasai para ahli dan kemudian upaya penanggulangannya dilaksanakan di lapangan.(*)
Baca tanpa iklan