News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Layanan Digital Buka Cakrawala Bisnis Telko

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Bermata dua

Menurut Internet Development Institute, dunia digital membuka peluang bagi berbagai industri. Bidang yang paling populer di Indonesia yang diteropong sejak 2021 antara lain sektor fintech (termasuk mobile banking), e-commerce, dan mobile gaming.

Laporan tahunan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berupa Profil Internet Indonesia 2022 mengungkapkan, ada penggunaan internet selain media sosial yang berpotensi cukup besar. Layanan keuangan dan transaksi online, akses konten hiburan (gim dan video), juga transportasi online.

Yang di luar dugaan adalah tingginya kebutuhan akan pendidikan online. Medix Group, penyedia solusi manajemen medis global mencatat, 92 persen masyarakat Indonesia memanfaatkan layanan kesehatan digital pada 2022.

Jurus-jurus itu juga dilakukan NTT DoCoMo dan operator modern dan besar macam China Mobile, AT&T, masih banyak lagi. Perusahaan telko tidak bisa menunggu terlalu lama dalam mengubah strateginya.

Terjadinya perubahan itu sudah diendus McKinsey sejak 2016. Firma konsultan manajemen global ini meletakkan telekomunikasi sebagai industri yang paling mudah digoyah disrupsi digital setelah industri media.

Digitalisasi ibarat pisau bermata dua, di satu sisi mengancam, sisi sebaliknya menawarkan peluang. Riset McKinsey menemukan fakta bahwa layanan suara (termasuk SMS) mengalami penurunan hingga 55%, tinggal sepertiga dari pendapatan operator, dan akhirnya layanan digital adalah prioritas utama mereka.

McKinsey menghitung, layanan digital akan mengurai persoalan penurunan pendapatan. Bahkan berpotensi meningkatkan pendapatan operator sebesar 35% secara total atau rata-rata muncul pertumbuhan per tahun sebesar 9%. *

*) Jurnalis Senior Telekomunikasi dan Mantan Editor Harian Kompas

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini