News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tunisia, Sejarah dan Pengaruh Revolusi Melati pada Dunia Arab

Editor: Husein Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, KH. Imam Jazuli, bersama Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, saat berkunjung ke Tunisia, Minggu (11/12/2022).

Pelengseran Ben Ali ini melahirkan Revolusi Tunisia, yang disebut juga Tsawrah al-Yasmin (Revolusi Melatih). Disebut Revolusi Melati, karena ia adalah sebuah revolusi yang tanpa kekerasan. Melalui serangkaian demonstrasi dan duduk dalam kurun waktu empat minggu, antara Desember 2010 dan Januari 2011, menyebabkan mundurnya Presiden Zine el-Abidine Ben Ali, yang memerintah Tunisia sejak tahun 1987.

Revolusi Tunisia ini menginspirasi dunia Arab lainnya, sehingga muncullah protes yang serupa di Libia, Mesir, Yaman, Suriah, dan Bahrain. Dari sini, banyak para tokoh otoriter yang digulingkan, seperti Muammar Gadafi, Hosni Mubarak, Ali Abdullah Saleh. Demonstrasi jalanan yang juga terinspirasi oleh Revolusi Tunisia terjadi di Maroko, Irak, Aljazair, Lebanon, Jordan, Kuwait, Oman dan Sudan.

Sedangkan protes kecil-kecilan terjadi di Djibouti, Mauritania, Palestina, Saudi Arabia, dan Gurun Sahara Maroko. Slogan yang ramai diangkat saat masa-masa protes itu berbunyi: "asy-Sya'bu yurid isqat al-nizham," (rakyat ingin meruntuhkan rezim). Karena mayoritas para penguasa saat itu bertindak otoriter dan korup.

Jika kita lihat lebih jauh dalam konteks sejarah, Tunisia adalah negara dengan peradaban besar. Segala macam peradaban luar yang masuk ke Tunisia tidak serta merta dianut secara membabi buta. Bahkan ketika Islam datang, rakyat Tunisia memilih mazhab Khawarij yang mengajarkan persamaan, kesetaraan, dan tanpa kelas sosial. Karena itulah, ketika para penguasa modern di abad 21 ini bertindak koruptif, menindas rakyat, maka Tunisia tampil sebagai teladan bagi semua orang di dunia Arab.[]

*Penulis adalah Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini