News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Markas Legiun Asing Prancis di Ukraina Hancur! Apa Artinya?  

Editor: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dampak dari serangan rudal terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di ibu kota Ukraina, Keiv, pada 2 Januari 2024. Moskow menembakkan rudal hipersonik Kinzhal yang diluncurkan dari udara pada Selasa dini hari. Serangan Rusia itu menargetkan Kiev sebagai sasaran utama, menurut kepala departemen Angkatan Udara Ukraina.

Jenderal Amerika yang berbicara kepada Sky News memperkirakan Inggris memerlukan waktu antara lima dan sepuluh tahun untuk membangun divisi perang baru yang terdiri dari 25.000 hingga 30.000 tentara yang didukung oleh tank, artileri, dan helikopter.

Berbicara kepada wartawan setelah pidatonya, Shapps tidak menjelaskan secara rinci bagaimana potensi konflik dengan Rusia, Tiongkok, Iran dan Korea Utara dapat berkembang.

Dia mengatakan tujuan keseluruhan pidato hari ini adalah untuk memastikan seluruh anggota NATO ikut menanggung beban tersebut dengan meningkatkan pengeluaran militer.

Dari pernyataan dan bukti-bukti tak terbantahkan, perang Rusia-Ukraina tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

NATO masih bernafsu untuk memperkuat pengaruhnya di timur Eropa, hadir langsung di depan gerbang Rusia.

Sebaliknya, Rusia tidak punya pilihan menjauhkan NATO dari halaman depannya, dan tak ada pilihan kecuali lewat pertempuran. Itu harga mati.(Setya Krisna Sumarga, Editor Senior Tribun Network)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini