Publik pun berspekulasi, PDIP dalam bidikan Jokowi. Sebelum ini, Polda Bali memeriksa Wayan Koster. Pemeriksaan mantan Gubernur Bali yang merupakan kader PDIP ini dilakukan pada 3 Januari 2024 atau sebelum Pemilu 2024 digelar.
Sebelum pemilu, sejumlah kepala daerah yang belum jelas mendukung Prabowo-Gibran memang seperti menjadi target pemeriksaan baik oleh Polri maupun Kejagung.
Salah satunya Khofifah Indar Parawansa. Saat menjabat Gubernur Jatim, kantor Khofifah sempat digeledah KPK pada 21 Desember 2023. Khofifah akhirnya mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Harun Masiku
Semula publik berasumsi, bidikan terhadap PDIP hanya terjadi sebelum pemilu. Ternyata tidak. Setelah pemilu pun bidikan terhadap PDIP masih berlanjut.
Mungkin itu terkait dengan obsesi Jokowi untuk menggerus suara PDIP seperti terlontar kepada mantan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto sebelum Pemilu 2024 digelar bahwa suara PDIP akan turun.
Ternyata benar. Suara PDIP turun signifikan di Pemilu 2024 meski tetap menjadi pemenang seperti di Pemilu 2014 dan 2019.
Selanjutnya, jika benar Jokowi sedang membidik PDIP, maka titik paling krusial sebenarnya adalah Harun Masiku. Mantan caleg PDIP di Pemilu 2019 yang menjadi tersangka suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ini hingga kini masih buron.
Jika KPK berhasil menangkap Harun Masiku, barangkali kotak Pandora PDIP akan terbuka. Kasus Harun Masiku bisa merembet dan menyeret elite-elite PDIP lainnya.
Benarkah Jokowi terinspirasi strategi perang ala Sun Tzu seperti kutipan di atas? Bila benar, maka Polri, Kejagung dan KPK merupakan alat yang efektif. Itulah!
* Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).
Baca tanpa iklan