Sekarang, tinggal Anda uji sendiri, jika ada di antara kita yang "menggunakan bahasa lidah." Benarkah "bahasa lidah" yang diucapkan itu, benar-benar Roh Kudus yang memberi? Ataukah sekedar ikut-ikutan, atau sekadar menghafalnya dalam pola-pola pengucapan tertentu?
"Ucapan-ucapan yang bagaimana?" Anda tentu tahu yang saya maksud.
Mari beribadah dan berdoa apa adanya, bersuara apa adanya dengan jujur dengan takut dan hormat akan Tuhan. Dalam peribadatan, kita berhadapan dengan Sang Empunya Hidup.
Hari ini tepat hari ulang tahun gereja kita secara universal. Happy Birthday!
Baca tanpa iklan